Tatkala membaca tulisan (termuat pada Kamis, 20 Desember 2012 | 14:47 WIB) sebagai berikut,
“JAKARTA, KOMPAS.com — Cendekiawan Muslim Sholahuddin Wahid mengatakan, umat Islam sah-sah saja mengucapkan Natal kepada umat Kristiani. Pasalnya, tidak ada dasar yang melarang Muslim mengucapkan natal.
“Mengucapkan Natal adalah bentuk ungkapan saling menghormati antar pemeluk agama,” kata Gus Sholah kepada Kompas.com, Jakarta, Kamis (20/12/2012).
Gus Sholah menambahkan, para ulama yang melarang umat Islam mengucapkan selamat Natal perlu mencari alasan tepat. Kendati demikian, Gus Sholah tidak menyalahkan para ulama itu. Menurutnya, ulama memiliki dasar pendapat sendiri. Gus Sholah hanya meminta agar para ulama memikirkan dampak sosial dari ucapannya. Pasalnya, ucapan mereka berdampak luas.
“Aspek sosial tidak pernah melarang Muslim mengucapkan Natal. Saya sendiri juga mengucapkan Natal,” pungkasnya….”
[http://nasional.kompas.com/read/2012/12/20/14473966/Gus.Sholah.Muslim.Boleh.Ucapkan.Natal]
Saya sangat sedih membaca ucapan di atas seraya menganggap bahwa ucapan tersebut adalah hal yang menyesatkan dan berbahaya bagi umat Islam.
Ada tiga pokok kerusakan yang memicu timbulnya ucapan rusak di atas: Baca selanjutnya »
PENERIMAAN SANTRI BARU SEKOLAH DASAR ISLAM DARUSSUNNAH YOGYAKARTA Alhamdulillah, tidak terasa hampir 4 tahun semenjak kami merintis lembaga pendidikan dasar islami untuk anak-anak kami dan insya Allah bagi kaum muslimin, sesuai kemampuan dan kemudahan yang Allah berikan bagi kami. Kali ini kami kembali membuka pendaftaran santri baru untuk pendidikan tahun ajaran 2013/2014 insya Allah, sekaligus [...]
Dari Abu Abdillah Utsman bin Abdillah As-Saalimi Al-Yamani kepada saudara-saudaranya Ahlus Sunnah di Indonesia –semoga Allah ta’ala menjaga mereka-, Assalaamu’alaykum warohmatullahi wabarokaatuh, amma ba’du, Kami sangat menginginkan dari kalian untuk hadir pada dauroh ilmiah yang diselenggarakan oleh saudara-saudara kalian –semoga Allah membalas mereka dengan kebaikan- di kota Jakarta dan di daerah-daerah lainnya. Ini adalah kesempatan [...]
Bismillahirrohmaanirrohiim. Dengan Mengharap Ridha Allah, Hadirilah! TABLIGH AKBAR BERSAMA 2 ULAMA TIMUR TENGAH, dengan Tema: “INDAHNYA HIDUP DI ATAS SUNNAH” ~Bersama: Syaikh Utsman bin ‘Abdillah As-Salimy (Ulama dari Dhamar, Yaman) Syaikh Abdullah bin ‘Umar Al-Mar’i (Ulama dari Syihr, Yaman) * ~InsyaAllah Diselenggarakan Pada Hari Jumat, 21 Rajab 1434 H / 31 Mei 2013, Pukul 13.00 [...]
80 KAVLING AHLUSSUNNAH MURAH – TAHAP II di Argodadi, SEDAYU – Bantul DIY – Harga mulai Rp.12,5 juta dapat 100 M (utuh, tidak dipotong jalan), – Pilihan bayar bisa DP ringan mulai Rp.5 juta, angsuran bisa s/d 10 bulan, – Hanya 15 km dari Malioboro / Alun-alun kota Jogja, – Hanya 5 km dari jalan [...]
Artikel Islam berbagai tema kajian berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman salaf
Pengajian online, download kajian, informasi dauroh, risalah khutbah dan buletin jum’at.
Konsultasi tanya jawab Islam, fatwa-fatwa ulama ahlussunnah, dan permasalahan kontemporer.
Tatkala membaca tulisan (termuat pada Kamis, 20 Desember 2012 | 14:47 WIB) sebagai berikut,
“JAKARTA, KOMPAS.com — Cendekiawan Muslim Sholahuddin Wahid mengatakan, umat Islam sah-sah saja mengucapkan Natal kepada umat Kristiani. Pasalnya, tidak ada dasar yang melarang Muslim mengucapkan natal.
“Mengucapkan Natal adalah bentuk ungkapan saling menghormati antar pemeluk agama,” kata Gus Sholah kepada Kompas.com, Jakarta, Kamis (20/12/2012).
Gus Sholah menambahkan, para ulama yang melarang umat Islam mengucapkan selamat Natal perlu mencari alasan tepat. Kendati demikian, Gus Sholah tidak menyalahkan para ulama itu. Menurutnya, ulama memiliki dasar pendapat sendiri. Gus Sholah hanya meminta agar para ulama memikirkan dampak sosial dari ucapannya. Pasalnya, ucapan mereka berdampak luas.
“Aspek sosial tidak pernah melarang Muslim mengucapkan Natal. Saya sendiri juga mengucapkan Natal,” pungkasnya….”
[http://nasional.kompas.com/read/2012/12/20/14473966/Gus.Sholah.Muslim.Boleh.Ucapkan.Natal]
Saya sangat sedih membaca ucapan di atas seraya menganggap bahwa ucapan tersebut adalah hal yang menyesatkan dan berbahaya bagi umat Islam.
Ada tiga pokok kerusakan yang memicu timbulnya ucapan rusak di atas: Baca selanjutnya »

Download rekaman taushiyah ust Sofyan Chalid Ruray di Darussunnah Jogja pagi tadi, beberapa faedah dari hadits Sofwan bin ‘Assal radhiyallahu’anhu seputar semangat menuntut ilmu, keutamaan menuntut ilmu, adab, dan banyak lagi, silahkan simak… baarokallohufiikum. https://docs.google.com/file/d/0B04qx-jv8oKncExJQmI2djN4SnM/edit?pli=1

بسم الله الرحمن الرحيم
Musibah Merapi Menyingkap Aliran Kebatinan (Kejawen)
Sangat disayangkan, di tengah-tengah derita kaum Muslimin Yogyakarta akibat musibah Merapi, Paguyuban Kebatinan Tri Tunggal (PKTT) Yogyakarta semakin memperparah dengan “musibah” yang menghantam aqidah kaum muslimin. Yaitu dengan mengadakan suatu upacara kesyirikan dan kedurhakaan kepada Allah Ta’ala; menyembelih untuk selain Allah Ta’ala dan berbagai bentuk kesyirikan lainnya, demi menyenangkan setan-setan penghuni Merapi.
Ritual tolak bala ini tidak diragukan lagi adalah kesyirikan dan kekafiran kepada Allah Ta’ala, sebab menyembelih itu ibadah, dan ibadah tidak boleh dipersembahkan kecuali kepada Allah Ta’ala. Sebagaimana firman-Nya:
قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ
“Katakanlah, ‘Sesungguhnya shalatku, sembelihanku (kurbanku), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu baginya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).’” (Al-An’aam: 162-163)
Baca selanjutnya »

Tradisi LABUHAN MERAPI yang pernah dipimpin MARIDJAN untuk menghormati KYAI SAPU JAGAT [Iblis penghuni Merapi, semoga Allah Ta'ala melaknatnya] yang mereka yakini sebagai penjaga keselamatan dan ketentraman Kesultanan dan warga Jogya, adalah bentuk SYIRIK kepada ALLAH TA’ALA dalam ULUHIYYAH dan RUBUBIYYAH sekaligus dan SEBAB TERBESAR bencana Merapi.
Betapa Allah Ta’ala tidak murka, ibadah yang seharusnya hanya dipersembahkan kepada-Nya mereka persembahkan kepada IBLIS PENGHUNI GUNUNG MERAPI. Mereka persembahkan beberapa bentuk ibadah kepadanya:
1. Memohon keselamatan kepadanya [Du'aul Mas'alah]
2. Harap kepadanya [ibadah hati]
3. Takut kepadanya [ibadah hati]
4. Tawakkal kepadanya [ibadah hati]
5. Biasanya ditambahi dengan sesajen berupa hewan sembelihan dan berbagai jenis makanan sebagai persembahan kepadanya
Baca selanjutnya »


Memahami fiqh umroh dalam waktu kurang dari 1/2 menit dalam 4 poin berikut:
- Ihram dari miqot
- Thawaf sebanyak 7 putaran mengelilingi kakbah
- Sa’yu sebanyak 7 putaran antara Shafa dan Marwa
- Memendekkan atau mencukur rambut
Dengan melakukan 4 poin ini saja umroh sudah sah meskipun tanpa ditambahi dengan amalan-amalan lainnya. Akan tetapi untuk kesempurnaannya insya Allah akan kami jelaskan dalam rincian berikut.

Dari Ibnu Umar -radhiallahu ‘anhuma-, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ أَكَلَ مِنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ يَعْنِي الثُّومَ فَلَا يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا
“Barangsiapa memakan dari pohon ini, yaitu bawang putih, maka jangan sekali-kali dia mendekati masjid kami.” (HR. Al-Bukhari no. 339 dan Muslim no. 561)
Dari Jabir bin Abdullah t dari Nabi Shallallahu’alaihiwasallam bahwa beliau bersabda:
مَنْ أَكَلَ مِنْ هَذِهِ الْبَقْلَةِ الثُّومِ و قَالَ مَرَّةً مَنْ أَكَلَ الْبَصَلَ وَالثُّومَ وَالْكُرَّاثَ فَلَا يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَتَأَذَّى مِمَّا يَتَأَذَّى مِنْهُ بَنُو آدَمَ
“Barangsiapa yang makan sayur bawang putih ini, -dan pada kesempatan lain beliau bersabda, “Barangsiapa makan bawang merah dan putih serta bawang bakung,”- maka janganlah dia mendekati masjid kami, karena malaikat merasa terganggu dari bau yang juga manusia merasa terganggu (disebabkan baunya).” (HR. Muslim no. 564) Baca selanjutnya »