Amalan-amalan Shalih Yang Bisa Menjadi Sebab Mendapatkan Syafaat

Suatu yang tidak diragukan lagi dari sebab terbesar dan paling utama utama untuk mendapatkan syafaat adalah memurnikan tauhid dan keikhlasan kepada Allah I, serta memurnikan al-ittibaa’ (mengikuti dan meneladani) petunjuk Rasulullah r.

Selain itu, dalam hadits-hadist yang shahih Rasulullah r menyebutkan beberapa amalan shalih yang bisa menjadi sebab untuk mendapatkan syafaat pada hari kiamat nanti, di antaranya:

1. Membaca al-Qur’an dengan merenungi kandungan maknanya. Seperti riwayat dari Abu Umamah al-Bahili t bahwa Rasulullah r bersabda,

اِقْرَؤُا اْلقُرْآنَ، فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيْعًا لِأَصْحَابِهِ
“Bacalah al-Qur’an, karena sesungguhnya bacaan al-Qur’an itu akan datang pada hari kiamat untuk memberi syafaat bagi orang-orang yang membacanya (sewaktu di dunia).” ) Hadits shahih riwayat Muslim (no. 804).


2. Memperbanyak sujud (shalat-shalat sunnah setelah melaksanakan shalat-shalat yang wajib).

عَنْ زِيَادِ بْنِ أَبِي زِيَادٍ ، عَنْ خَادِمٍ رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّم رَجُلٍ أَوِ امْرَأَةٍ ، قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيه وسَلَّم يَقُولُ : أَلَكَ حَاجَةٌ ؟ حَتَّى كَانَ ذَاتَ يَوْمٍ ، فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللهِ ، حَاجَتِي ، قَالَ : وَمَا حَاجَتُكَ ؟ قَالَ : حَاجَتِي أَنْ تَشْفَعَ لِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، قَالَ : وَمَنْ دَلَّكَ عَلَى هَذَا ؟ قَالَ : رَبِّي ، قَالَ : فَأَعِنِّي بِكَثْرَةِ السُّجُودِ.

“Dari Ziyad bin Abi Ziyad dari seorang pelayan laki-laki atau wanita , Rasulullah r berkata : Pada suatu hari Rasulullah r bertanya : “Apa kamu memiliki keperluan?”, Dia menjawab: Aku memiliki keperluan. Lalu Rasulullah bertanya : “Apa keperluanmu?, Dia menjawab :“Keperluanku adalah agar engkau (wahai Rasulullah r) memberi syafaat bagiku pada hari Kiamat.” Maka, Rasulullah r bersabda, “Bantulah aku (untuk keperluanmu itu) dengan memperbanyak sujud (shalat-shalat sunnah).” ) Ahmad (3/500), dinyatakan shahih oleh Syaikh al-Albani dalam Ash-Shahiihah (no. 2102).

3. Banyak berpuasa, baik yang wajib maupun yang sunnah/ anjuran. Seperti dalam riwayat dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘al-’Ash C bahwa Rasulullah r bersabda :

الصِّيَامُ وَ اْلقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَقُوْلَ الصِّيَامُ : رِبِّ إِنِّي مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّرابَ بِالنَّهَارَ فَشَفِّعْنِي فِيهِ ، وَيَقُولُ الْقُرْآنُ رَبِّ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ ، فَيَشْفَعَانِ.

“Puasa dan al-Qur’an akan memberikan syafaat pada hari kiamat bagi seorang hamba (yang mengamalkannya). Puasa berkata, ‘Wahai Rabb-ku, aku telah mencegahnya dari makan dan syahwatnya di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafaat kepadanya.’. (Bacaan) al-Qur’an (juga) berkata, ‘Wahai Rabb-ku, aku telah mencegahnya dari tidur di malam hari, maka izinkanlah aku memberi syafaat kepadanya.’” Rasulullah r bersabda, “Maka, keduanya pun diizinkan memberi syafaat.“ ) Imam Ahmad (2/174), Abu Nu’aim dalam Hilayatul Auliyaa’ (8/161) dan al-Hakim (1/740), dari dua jalur yang saling menguatkan. Hadits ini dinyatakan shahih oleh al-Hakim, disepakati oleh adz-Dzahabi, dan dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albani dalam kitab Tamaamul Minnah (hal. 394).(

4. Tinggal di kota Madinah Al Munawwarah, bersabar atas kesusahannya dan meninggal dunia di sana.

Ini disebutkan dalam beberapa hadits shahih diantaranya apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar C bahwa Rasulullah r bersabda :
مَنْ اسْتَطَاعَ أَنْ يَمُوتَ بِالْمَدِينَةِ فَلْيَفْعَلْ فَإِنِّي أَشْفَعُ لِمَنْ مَاتَ بِهَا

“Barangsiapa yang mampu meninggal di Madinah maka lakukanlah, karena sesungguhnya aku akan memberikan syafaat bagi mereka yang meninggal di dalamnya.” ) Di antaranya hadits shahih riwayat Muslim (no. 1374 dan 1377), juga hadits riwayat at-Tirmidzi (no. 3917), Ibnu Majah (no. 3112), Ahmad (2/74) dan Ibnu hibban (no. 3741), dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban dan al-Albani.(

5. Membaca shalawat kepada Rasulullah r dan meminta al-wasiilah untuk beliau (seperti yang diucapkan pada doa setelah mendengar azan selesai dikumandangkan).

Seperti dalam hadist yang shahih dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash t berkata, Rasulullah r bersabda :
إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَىَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا ثُمَّ سَلُوا اللَّهَ لِىَ الْوَسِيلَةَ فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِى الْجَنَّةِ لاَ تَنْبَغِى إِلاَّ لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ فَمَنْ سَأَلَ لِىَ الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ
“Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkannya, kemudian bershalawatlah kalian kepadaku, karena barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali maka Allah I akan membalasnya sepuluh kali kepadanya, kemudian mintalah kepada Allah I wasilah untukku, karena sesungguhnya ia itu adalah kedudukan yang tinggi di surga, yang tidak pantas (ditempati) kecuali oleh seorang hamba dari para hamba-hamba Allah I. Dan aku berharap akulah hamba tersebut. Barangsiapa yang memohon wasiilah untukku, maka dia berhak (mendapatkan) syafaatku.” (Shahih mukhtashar Muslim no : 198, Muslim 1/288, Aunul Ma’bud 2/225 dan selainnya).

6. Jenazah yang dishalatkan oleh empat puluh orang ahli tauhid. Dari Abdullah bin ‘Abbas C beliau berkata, “Sungguh aku mendengar Rasulullah r bersabda :
مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيَقُومُ عَلَى جَنَازَتِهِ أَرْبَعُونَ رَجُلاً لاَ يُشْرِكُونَ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلاَّ شَفَّعَهُمُ اللَّهُ فِيهِ
“Tidaklah seorang muslim meninggal dunia lalu jenazahnya dishalatkan oleh empat puluh orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, kecuali Allah akan menerima/ mengabulkan syafaat mereka terhadapnya.” (Muslim 2242)

Dikutip dari buku “Harap-harap cemas syafaat rasul” oleh Ustadz Yahya Al-Lijaziy

3 thoughts on “Amalan-amalan Shalih Yang Bisa Menjadi Sebab Mendapatkan Syafaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *