<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Penentuan Hilal Awal Bulan Ramadhan dan Syawal</title>
	<atom:link href="http://darussunnah.or.id/artikel-islam/fiqih/penentuan-hilal-awal-bulan-ramadhan-dan-syawal-2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://darussunnah.or.id/artikel-islam/fiqih/penentuan-hilal-awal-bulan-ramadhan-dan-syawal-2/</link>
	<description>Dakwah Islamiyah Manhaj Ahlus Sunnah As-Salafiyah</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Jul 2010 16:11:53 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
	<item>
		<title>By: Arif</title>
		<link>http://darussunnah.or.id/artikel-islam/fiqih/penentuan-hilal-awal-bulan-ramadhan-dan-syawal-2/comment-page-1/#comment-360</link>
		<dc:creator>Arif</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2009 08:10:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://darussunnah.or.id/?p=168#comment-360</guid>
		<description>Masak kalo kita mau pinter dan mau dapet pahala harus ikut orang???
Jadi kalo dalam masyarakat berjudi dibolehkan (karena alasannya dari kegiatan perjudian mereka mendapatkan usaha untuk hidup-seperti di Las Vegas),kemudian seseorang mendapatkan petunjuk yang melarang tentang haram berjudi. Kemudian dia mengumumkan kepada khalayak ataupun menjelaskan  ke orang prihal larangan itu kepada masyarakat, namun masyarakat menolaknya dan menghalalkan kondisi mereka. Lantas apakah dia  harus ikut apa yang di percaya masyarakat itu??

Sama halnya melihat bulan di akhir Ramadhan, itu sama saja melaksanakan dosa ketika kita berpuasa. Hal itu karena manusia semakin lama semakin pintar dalam menentukan Hilal, dan sebagian orang itu mengerti benar dalil-dalilnya, ketika melihat bulan, maka berbuka dan bertakbirlah!!
Jika kebanyakan orang menafikan dan menolak hal yang jelas dan nyata itu, dengan alasan kebiaasan mereka, apakah patut kita mengikuti orang banyak yang jelas tidak mau menerima kebenaran dan tentu saja salah???

Saya rasa, saudara yang membuat pernyatan di artikel dan memuabuat blog ini harus bisa menterjemahkan dalil-dalil dengan benar.

Menegakkan kebenaran itu tidak mudah, banyak yang menentang.
Jadi masalahnya, apakah kita berhenti, dan malah ikut manusia yang menentang karena mereka lebih banyak???

&lt;em&gt;ADMIN:
Qiyas ataupun permisalan antum tidak pada tempatnya. Dalam artikel di atas membawakan pendapat-pendapat dari ulama umat berdasarkan dalil-dalil dan pemahaman yang shahih. Silahkan dibaca ulang dgn baik!&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Masak kalo kita mau pinter dan mau dapet pahala harus ikut orang???<br />
Jadi kalo dalam masyarakat berjudi dibolehkan (karena alasannya dari kegiatan perjudian mereka mendapatkan usaha untuk hidup-seperti di Las Vegas),kemudian seseorang mendapatkan petunjuk yang melarang tentang haram berjudi. Kemudian dia mengumumkan kepada khalayak ataupun menjelaskan  ke orang prihal larangan itu kepada masyarakat, namun masyarakat menolaknya dan menghalalkan kondisi mereka. Lantas apakah dia  harus ikut apa yang di percaya masyarakat itu??</p>
<p>Sama halnya melihat bulan di akhir Ramadhan, itu sama saja melaksanakan dosa ketika kita berpuasa. Hal itu karena manusia semakin lama semakin pintar dalam menentukan Hilal, dan sebagian orang itu mengerti benar dalil-dalilnya, ketika melihat bulan, maka berbuka dan bertakbirlah!!<br />
Jika kebanyakan orang menafikan dan menolak hal yang jelas dan nyata itu, dengan alasan kebiaasan mereka, apakah patut kita mengikuti orang banyak yang jelas tidak mau menerima kebenaran dan tentu saja salah???</p>
<p>Saya rasa, saudara yang membuat pernyatan di artikel dan memuabuat blog ini harus bisa menterjemahkan dalil-dalil dengan benar.</p>
<p>Menegakkan kebenaran itu tidak mudah, banyak yang menentang.<br />
Jadi masalahnya, apakah kita berhenti, dan malah ikut manusia yang menentang karena mereka lebih banyak???</p>
<p><em>ADMIN:<br />
Qiyas ataupun permisalan antum tidak pada tempatnya. Dalam artikel di atas membawakan pendapat-pendapat dari ulama umat berdasarkan dalil-dalil dan pemahaman yang shahih. Silahkan dibaca ulang dgn baik!</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
