<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments for DARUSSUNNAH.OR.ID :: Hidup Bahagia dalam Naungan Sunnah :: Dakwah Islamiyah Manhaj Ahlus Sunnah As-Salafiyah :: Yayasan Darussunnah Al-Islamy Yogyakarta</title>
	<atom:link href="http://darussunnah.or.id/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://darussunnah.or.id</link>
	<description>Dakwah Islamiyah Manhaj Ahlus Sunnah As-Salafiyah</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Apr 2012 05:48:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Comment on Jual beli secara kredit by Herwin K</title>
		<link>http://darussunnah.or.id/materi-khusus/fatwa-soal-jawab-islam/jual-beli-secara-kredit/comment-page-1/#comment-987</link>
		<dc:creator>Herwin K</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Apr 2012 05:48:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://darussunnah.or.id/?p=538#comment-987</guid>
		<description>Bismillah, afwan Ustadz apa hukumnya menjual binatang Lintah kering/ basah yg dipakai sbg jamu oleh sebagian orang? Jazakallahu Khairan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah, afwan Ustadz apa hukumnya menjual binatang Lintah kering/ basah yg dipakai sbg jamu oleh sebagian orang? Jazakallahu Khairan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Hukum Multi Level Marketing (MLM) by Salam</title>
		<link>http://darussunnah.or.id/artikel-islam/muamalah/hukum-multi-level-marketing-mlm/comment-page-1/#comment-985</link>
		<dc:creator>Salam</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Apr 2012 07:04:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://darussunnah.or.id/?p=415#comment-985</guid>
		<description>Amati, analis, dan pelajari.
setelah itu lakukan apa yang  sudah kamu pelajari.
MUDAHKAN!!!!!
ISLAM ITU INDAH dan MUDAH.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Amati, analis, dan pelajari.<br />
setelah itu lakukan apa yang  sudah kamu pelajari.<br />
MUDAHKAN!!!!!<br />
ISLAM ITU INDAH dan MUDAH.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on PENDAFTARAN SANTRI BARU SITD DAARUSSUNNAH YOGYAKARTA by Admin</title>
		<link>http://darussunnah.or.id/materi-khusus/info-dakwah-darussunnah/pendaftaran-santri-baru-sitd-daarussunnah-yogyakarta/comment-page-1/#comment-983</link>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Apr 2012 15:25:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://darussunnah.or.id/?p=1271#comment-983</guid>
		<description>insya Allah dibuka dalam bulan ini (April 2012)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>insya Allah dibuka dalam bulan ini (April 2012)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on PENDAFTARAN SANTRI BARU SITD DAARUSSUNNAH YOGYAKARTA by Ummu hamzah</title>
		<link>http://darussunnah.or.id/materi-khusus/info-dakwah-darussunnah/pendaftaran-santri-baru-sitd-daarussunnah-yogyakarta/comment-page-1/#comment-981</link>
		<dc:creator>Ummu hamzah</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Apr 2012 01:29:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://darussunnah.or.id/?p=1271#comment-981</guid>
		<description>kapan dibuka penerimaan santri SDIT tahun 2012/2013?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kapan dibuka penerimaan santri SDIT tahun 2012/2013?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Tanya Hukum Jual Beli Tikus &amp; Binatang Berbisa Serta Bisanya by ebim budiman</title>
		<link>http://darussunnah.or.id/materi-khusus/fatwa-soal-jawab-islam/tanya-hukum-jual-beli-tikus-binatang-berbisa-serta-bisanya/comment-page-1/#comment-978</link>
		<dc:creator>ebim budiman</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Apr 2012 04:16:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://darussunnah.or.id/?p=498#comment-978</guid>
		<description>bagaimana hukum jual - beli burung yg bila setelah burung itu di kontes/perlombakan suaranya harga nya bisa mencapai puluhan juta bahkan bisa sampai 100 juta ?? dan apakah kontes/lomba burung berkicau itu sendiri di perbolehkan yg dimana setiap pesrta yg mendaftar membayar sejumlah uang pendaftara lalu burung yg menjadi juara akan mendapatka hadiah uang tunai yg hadiah uang itu didapat hasil dari kumpulan uang pendaftaran ??? terimakasih jazakallahu khair....
 </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bagaimana hukum jual &#8211; beli burung yg bila setelah burung itu di kontes/perlombakan suaranya harga nya bisa mencapai puluhan juta bahkan bisa sampai 100 juta ?? dan apakah kontes/lomba burung berkicau itu sendiri di perbolehkan yg dimana setiap pesrta yg mendaftar membayar sejumlah uang pendaftara lalu burung yg menjadi juara akan mendapatka hadiah uang tunai yg hadiah uang itu didapat hasil dari kumpulan uang pendaftaran ??? terimakasih jazakallahu khair&#8230;.<br />
 </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Download Gratis Kumpulan Artikel Islami Format CHM &amp; E-Book by prima</title>
		<link>http://darussunnah.or.id/materi-khusus/download-gratis-kumpulan-artikel-islami-format-chm-e-book/comment-page-1/#comment-899</link>
		<dc:creator>prima</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2012 06:46:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://darussunnah.or.id/?p=1433#comment-899</guid>
		<description>laporan ; linknya banyak yg mati tolong diperbaiki

&lt;em&gt;admin: link web ada perubahan, diganti menjadi www.download.salafy.ws/filesdl/...&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>laporan ; linknya banyak yg mati tolong diperbaiki</p>
<p><em>admin: link web ada perubahan, diganti menjadi <a href="http://www.download.salafy.ws/filesdl/.." rel="nofollow">http://www.download.salafy.ws/filesdl/..</a>.</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pelajaran Bahasa Arab Dasar dengan Muyassar I (Bag.1a) by anonymous</title>
		<link>http://darussunnah.or.id/materi-khusus/pelajaran-bahasa-arab/pelajaran-bahasa-arab-dasar-dengan-muyassar-i-bag1a/comment-page-1/#comment-898</link>
		<dc:creator>anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Feb 2012 14:45:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://darussunnah.or.id/?p=79#comment-898</guid>
		<description>Maaf, link downloadnya mati. Tolong di reupload lagi.
jazakallah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf, link downloadnya mati. Tolong di reupload lagi.<br />
jazakallah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Hukum Multi Level Marketing (MLM) by Sandriaf Alga</title>
		<link>http://darussunnah.or.id/artikel-islam/muamalah/hukum-multi-level-marketing-mlm/comment-page-1/#comment-890</link>
		<dc:creator>Sandriaf Alga</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Feb 2012 07:18:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://darussunnah.or.id/?p=415#comment-890</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaykum.
 
afwan, bolehkan thread ini ana share di FB? masih banyak teman-teman ana yg ikut MLM dan belum mengetahui hukumnya.
 
Terima kasih.
 
Wassalamu&#039;alaykum</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaykum.<br />
 <br />
afwan, bolehkan thread ini ana share di FB? masih banyak teman-teman ana yg ikut MLM dan belum mengetahui hukumnya.<br />
 <br />
Terima kasih.<br />
 <br />
Wassalamu&#8217;alaykum</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Hukum Multi Level Marketing (MLM) by ibrahim</title>
		<link>http://darussunnah.or.id/artikel-islam/muamalah/hukum-multi-level-marketing-mlm/comment-page-1/#comment-885</link>
		<dc:creator>ibrahim</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 15:10:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://darussunnah.or.id/?p=415#comment-885</guid>
		<description>Insya Allah paling aman n barokah adl tijaroh ikut cara sunnah Nabi saw aja dehh....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Insya Allah paling aman n barokah adl tijaroh ikut cara sunnah Nabi saw aja dehh&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on MLM Darussunah (revisi info kelas ikhwan &amp; akhwat) by Wasnadi</title>
		<link>http://darussunnah.or.id/materi-khusus/info-dakwah-darussunnah/mlm-darussunah-revisi-info-kelas-ikhwan-akhwat/comment-page-1/#comment-884</link>
		<dc:creator>Wasnadi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 06:12:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://darussunnah.or.id/?p=753#comment-884</guid>
		<description>Assalamualaikum ana mau  bergabung</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum ana mau  bergabung</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Majalah AKHWAT Ed.12: Bahaya Laten Televisi by Admin</title>
		<link>http://darussunnah.or.id/materi-khusus/majalah-akhwat-ed-12-bahaya-laten-televisi/comment-page-1/#comment-883</link>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2012 02:06:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://darussunnah.or.id/?p=1576#comment-883</guid>
		<description>Bismillah.
Alhamdulillah, washsholatu wassalamu ‘ala Rasulillah.
Sebenarnya ini insya Allah adalah perkara yang gamblang lagi mudah bagi siapa saja yang memiliki keluasan pandangan dan kejernihan qalbu. Ketika sebagian saudaranya dari kalangan ahlussunnah berjibaku dalam dunia dakwah dalam rangka menyebarkan agama Allah. Maka sudah sepantasnyalah rasa syukur dipanjatkan kepada Allah atas kelebihan yang Allah berikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya kebaikan. Akan tetapi sebagian orang yang jahil atau yang berpenyakit hatinya, memiliki timbangan yang rusak, sehingga masuklah hawa nafsunya tatkala memandang, berbicara dan menulis tentang perkara ini. Perkara itu adalah tentang sebagian ikhwah yang telah dibuat ragu oleh ahlul fitan akan majalah Akhwat.

Berhubung kami telah merasakan dan melihat dampak yang cukup besar dari fitnah yang telah disebarkan sebagian saudara kami -semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita semua-, sehingga membuat sebagian orang terjauhkan dari ilmu, dan terhambatnya penyebaran ilmu. Yang ini membuat hati kami sedih dan kasihan kepada orang-orang yang terpedaya akibat fitnah. Dan kami mengingat sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “bantulah saudaramu yang zhalim dan yang dizhalimi”, -dan hanya kepada Allah kami minta perlindungan dari kezhaliman ahlul fitan-. Maka kami memandang perlu mengeluarkan kepada ikhwah semua, apa yang pernah kami tulis di status facebook kami, agar ikhwah mengetahui dan menyebarkannya, yang dengannya kami harap kepada Allah mencatat antum menjadi sebab ishlah dalam medan dakwah ini, insya Allah. Tidaklah yang kami sampaikan ini kecuali dalam rangka meluruskan kesamaran dan menjelaskan sesuatu yang baik lagi menyejukkan akibatnya, dan bukanlah utk sekedar membela diri atau membantah apalagi menjatuhkan sebagian saudara-saudara kami.
——————

“Al Ustadz Luqman Ba’abduh tidak pernah mempermasalahkan apalagi melarang majalah AKHWAT, begitupun jual-belinya, juga para agen dan pembacanya, bahkan beliau hafizhahullah menyatakan bersyukur dengan adanya majalah AKHWAT dan asatidzah yang turut serta berdakwah melalui Majalah AKHWAT…”
-demikian diantara dari pembicaraan khusus ttg Majalah AKHWAT antara ust Yahya (pengajar di Darussunnah dan penerjemah di penerbit majalah Akhwat) dengan al ustadz Luqman Ba’abduh di Jember bbrp hari lalu.
Walhamdulillah.
ini meluruskan sangkaan beberapa ikhwah bahwa beliau telah melarang majalah Akhwat beredar, padahal sebaliknya justru beliau bersyukur dan ikut mendukung. Dalam pembicaraan tersebut juga kami mendapat nasehat-nasehat yang sangat berharga dalam rangka perbaikan dan kemajuan dakwah melalui majalah Akhwat. jazahullahu khairan.
disinilah hikmah dari seorang yg berilmu dibanding sebagian kita yang mungkin jahil dan tergesa-gesa, disini beliau melihat dengan inshof lagi hikmah serta mengetahui maslahah dakwah yang besar dari majalah Akhwat kemudian beliau bersyukur atasnya, sedangkan orang yg jahil akan bersikap tidak di atas ilmu dan tidak pula di atas hikmah sehingga apa yg keluar dari lisannya lebih banyak merusak dakwah daripada membangun dakwah.
Bahkan kejelasan dari sikap beliau ini menunjukkan hikmah dan inshof beliau dalam rangka mengutamakan kepentingan dakwah.
Hal tersebut juga pernah kami sampaikan melalui ust Yuswaji kepada ust Muhammad Umar As-Sewed dan Ust Muhammad juga menyambut dengan baik dan hikmah karena melihat kemaslahatan dakwah yang besar melalui majalah Akhwat.
Akan tetapi mungkin karena kejahilan dan ketergesaan ada beberapa ikhwah yang bersikap berbeda/menyelisihi dari sikap ilmiah nan hikmah kedua orang tua kita tersebut hafizhahumallah.
Dulu juga pernah ust Afifuddin menjawab apa yg dipermasalahkan oleh bbrp ikhwah ttg majalah Akhwat, alhamdulillah beliau menjawab dengan ilmiah dan hikmah.
Namun begitulah…, Allah memang menjadikan sebagian kita mnjadi fitnah bagi sebagian yg lain utk menguji kesabaran kita, entah karena hasad-iri-dengki, maupun karena kejahilan, bahkan mungkin karena memang ingin berbuat makar terhadap dakwah, sehingga fitnah dan tuduhan terus saja bergulir di lisan-lisan dan tangan-tangan mereka. Akan tetapi kami lebih memilih menyibukkan diri kami pada apa-apa yg lebih bermanfaat bagi kami dan kaum muslimin, dan kami tidak terlalu khawatir akan dakwah ini karena Allah yg akan menjaganya, namun kami lebih khawatir diri-diri kami di hadapan Allah kelak. Wallahul musta’aan.
ust Yahya sudah ana pesankan agar direkam, karena ana menduga sebagian ikhwah mungkin ragu atau ga percaya (sedangkan kalo ana sndiri sangat yakin beliau memiliki hikmah dlm hal ini), lalu kemaren itu ust yahya minta ijin direkam tapi ust luqman bilang itu tidak perlu, lalu ust yahya bilang bhwa ini akan disampaikan kpd ikhwah maka ust luqman bilang ya silahkan saja sampaikan tidak mengapa insya Allah… (intinya begitu). Maka katakan saja ke ikhwah yg ragu, suruh telpon dan tanya sendiri ke ust luqman atau ust muhammad umar as-sewed.
Adapun yang jawaban ust afif itu memang dalam tanya jawab di suatu dauroh dan ana ada rekamannya dan pernah ana sebarkan di web akhwat -walau kemudian server rusak-. tapi berhubung orang-orang yg jahil dan ahlul fitan lebih semangat menyebarkan kerusakan lewat fitnah dan tuduhan, sehingga sekian banyak faedah dan kebaikan yg telah tersebar, serta sambutan baik dan rekomendasi -walau itu bukan tujuan maupun kebutuhan kami-, akhirnya hilang terlupakan dan tidak teranggap sama sekali. Allahul musta’aan.
Sungguh disayangkan, sebagian orang mudah sekali dan bersegera dalam menerima dan menelan mentah2 dan menyebarkan khabar yang dengan itu jatuh kehormatan saudaranya kemudian membangun sikap karenanya. Akan tetapi ketika datang khabar ishlah dan kebaikan yang inshof, hikmah, ilmiah dan membawa kesejukan dan kenikmatan ukhuwah dan dakwah, maka mereka ini tidak percaya, meragukan, menolak, menyembunyikannya. Allahul musta’aan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah.<br />
Alhamdulillah, washsholatu wassalamu ‘ala Rasulillah.<br />
Sebenarnya ini insya Allah adalah perkara yang gamblang lagi mudah bagi siapa saja yang memiliki keluasan pandangan dan kejernihan qalbu. Ketika sebagian saudaranya dari kalangan ahlussunnah berjibaku dalam dunia dakwah dalam rangka menyebarkan agama Allah. Maka sudah sepantasnyalah rasa syukur dipanjatkan kepada Allah atas kelebihan yang Allah berikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya kebaikan. Akan tetapi sebagian orang yang jahil atau yang berpenyakit hatinya, memiliki timbangan yang rusak, sehingga masuklah hawa nafsunya tatkala memandang, berbicara dan menulis tentang perkara ini. Perkara itu adalah tentang sebagian ikhwah yang telah dibuat ragu oleh ahlul fitan akan majalah Akhwat.</p>
<p>Berhubung kami telah merasakan dan melihat dampak yang cukup besar dari fitnah yang telah disebarkan sebagian saudara kami -semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita semua-, sehingga membuat sebagian orang terjauhkan dari ilmu, dan terhambatnya penyebaran ilmu. Yang ini membuat hati kami sedih dan kasihan kepada orang-orang yang terpedaya akibat fitnah. Dan kami mengingat sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “bantulah saudaramu yang zhalim dan yang dizhalimi”, -dan hanya kepada Allah kami minta perlindungan dari kezhaliman ahlul fitan-. Maka kami memandang perlu mengeluarkan kepada ikhwah semua, apa yang pernah kami tulis di status facebook kami, agar ikhwah mengetahui dan menyebarkannya, yang dengannya kami harap kepada Allah mencatat antum menjadi sebab ishlah dalam medan dakwah ini, insya Allah. Tidaklah yang kami sampaikan ini kecuali dalam rangka meluruskan kesamaran dan menjelaskan sesuatu yang baik lagi menyejukkan akibatnya, dan bukanlah utk sekedar membela diri atau membantah apalagi menjatuhkan sebagian saudara-saudara kami.<br />
——————</p>
<p>“Al Ustadz Luqman Ba’abduh tidak pernah mempermasalahkan apalagi melarang majalah AKHWAT, begitupun jual-belinya, juga para agen dan pembacanya, bahkan beliau hafizhahullah menyatakan bersyukur dengan adanya majalah AKHWAT dan asatidzah yang turut serta berdakwah melalui Majalah AKHWAT…”<br />
-demikian diantara dari pembicaraan khusus ttg Majalah AKHWAT antara ust Yahya (pengajar di Darussunnah dan penerjemah di penerbit majalah Akhwat) dengan al ustadz Luqman Ba’abduh di Jember bbrp hari lalu.<br />
Walhamdulillah.<br />
ini meluruskan sangkaan beberapa ikhwah bahwa beliau telah melarang majalah Akhwat beredar, padahal sebaliknya justru beliau bersyukur dan ikut mendukung. Dalam pembicaraan tersebut juga kami mendapat nasehat-nasehat yang sangat berharga dalam rangka perbaikan dan kemajuan dakwah melalui majalah Akhwat. jazahullahu khairan.<br />
disinilah hikmah dari seorang yg berilmu dibanding sebagian kita yang mungkin jahil dan tergesa-gesa, disini beliau melihat dengan inshof lagi hikmah serta mengetahui maslahah dakwah yang besar dari majalah Akhwat kemudian beliau bersyukur atasnya, sedangkan orang yg jahil akan bersikap tidak di atas ilmu dan tidak pula di atas hikmah sehingga apa yg keluar dari lisannya lebih banyak merusak dakwah daripada membangun dakwah.<br />
Bahkan kejelasan dari sikap beliau ini menunjukkan hikmah dan inshof beliau dalam rangka mengutamakan kepentingan dakwah.<br />
Hal tersebut juga pernah kami sampaikan melalui ust Yuswaji kepada ust Muhammad Umar As-Sewed dan Ust Muhammad juga menyambut dengan baik dan hikmah karena melihat kemaslahatan dakwah yang besar melalui majalah Akhwat.<br />
Akan tetapi mungkin karena kejahilan dan ketergesaan ada beberapa ikhwah yang bersikap berbeda/menyelisihi dari sikap ilmiah nan hikmah kedua orang tua kita tersebut hafizhahumallah.<br />
Dulu juga pernah ust Afifuddin menjawab apa yg dipermasalahkan oleh bbrp ikhwah ttg majalah Akhwat, alhamdulillah beliau menjawab dengan ilmiah dan hikmah.<br />
Namun begitulah…, Allah memang menjadikan sebagian kita mnjadi fitnah bagi sebagian yg lain utk menguji kesabaran kita, entah karena hasad-iri-dengki, maupun karena kejahilan, bahkan mungkin karena memang ingin berbuat makar terhadap dakwah, sehingga fitnah dan tuduhan terus saja bergulir di lisan-lisan dan tangan-tangan mereka. Akan tetapi kami lebih memilih menyibukkan diri kami pada apa-apa yg lebih bermanfaat bagi kami dan kaum muslimin, dan kami tidak terlalu khawatir akan dakwah ini karena Allah yg akan menjaganya, namun kami lebih khawatir diri-diri kami di hadapan Allah kelak. Wallahul musta’aan.<br />
ust Yahya sudah ana pesankan agar direkam, karena ana menduga sebagian ikhwah mungkin ragu atau ga percaya (sedangkan kalo ana sndiri sangat yakin beliau memiliki hikmah dlm hal ini), lalu kemaren itu ust yahya minta ijin direkam tapi ust luqman bilang itu tidak perlu, lalu ust yahya bilang bhwa ini akan disampaikan kpd ikhwah maka ust luqman bilang ya silahkan saja sampaikan tidak mengapa insya Allah… (intinya begitu). Maka katakan saja ke ikhwah yg ragu, suruh telpon dan tanya sendiri ke ust luqman atau ust muhammad umar as-sewed.<br />
Adapun yang jawaban ust afif itu memang dalam tanya jawab di suatu dauroh dan ana ada rekamannya dan pernah ana sebarkan di web akhwat -walau kemudian server rusak-. tapi berhubung orang-orang yg jahil dan ahlul fitan lebih semangat menyebarkan kerusakan lewat fitnah dan tuduhan, sehingga sekian banyak faedah dan kebaikan yg telah tersebar, serta sambutan baik dan rekomendasi -walau itu bukan tujuan maupun kebutuhan kami-, akhirnya hilang terlupakan dan tidak teranggap sama sekali. Allahul musta’aan.<br />
Sungguh disayangkan, sebagian orang mudah sekali dan bersegera dalam menerima dan menelan mentah2 dan menyebarkan khabar yang dengan itu jatuh kehormatan saudaranya kemudian membangun sikap karenanya. Akan tetapi ketika datang khabar ishlah dan kebaikan yang inshof, hikmah, ilmiah dan membawa kesejukan dan kenikmatan ukhuwah dan dakwah, maka mereka ini tidak percaya, meragukan, menolak, menyembunyikannya. Allahul musta’aan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Kajian Islam Ilmiah 3 Hari Yogyakarta (14-16 Feb 2011) by mas'ud</title>
		<link>http://darussunnah.or.id/materi-khusus/info-dakwah-darussunnah/kajian-islam-ilmiah-3-hari-yogyakarta-14-16-feb-2011/comment-page-1/#comment-881</link>
		<dc:creator>mas'ud</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 13:24:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://darussunnah.or.id/?p=1538#comment-881</guid>
		<description>barakallahu fiikum
 </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>barakallahu fiikum<br />
 </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Majalah AKHWAT Ed.12: Bahaya Laten Televisi by abu ubaidah</title>
		<link>http://darussunnah.or.id/materi-khusus/majalah-akhwat-ed-12-bahaya-laten-televisi/comment-page-1/#comment-864</link>
		<dc:creator>abu ubaidah</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Dec 2011 02:01:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://darussunnah.or.id/?p=1576#comment-864</guid>
		<description>Bismillah... afwan ana hanya ingin mengingatkan, untuk edisi majalah akhwat yang membahas tentang BAHAYA LATEN TELEVISI, disana dijelaskan bahwa tulisan itu dinukil dari al fadil abu khalid al ghirbani hafidzahulloh...
yang ana mau tanyakan, bukankah al ghirbani itu adalah seorang ikhwani, sebagaimana pernyataan dan fatwa syaikh robi bin hadi hafidzahulloh... dan juga telah ditahdzir oleh banyak syaikh yang lainnya.
kenapa tetap dinukil perkataannya??  ini bisa jadi fitnah ustadz...
jazakallahu khairon..

&lt;blockquote&gt;Admin:
Bismillah. 
1. Perlu kami jelaskan bahwa naskah asli artikel tersebut diambil dari maktabah syamilah, ditulis ketika masa masih hidupnya Syaikh Muqbil al Wadi&#039;iy rahimahullah, TELAH DIPERIKSA DAN DIREKOMENDASI oleh syaikh Muqbil untuk disebarluaskan.
2. Kami bukanlah orang yang disibukkan dengan masalah fitnah, tidak ikut campur pada urusan fitnah yang tidak ada kaitannya dengan urusan amalan kami, sehingga ketika tulisan ini diterjemahkan dan diterbitkan bahkan KAMI TIDAK MENGETAHUI SAMA SEKALI siapa Khalid Al Ghirbani kecuali bahwa beliau salah seorang murid Syaikh Muqbil dan tulisannya telah diperiksa dan direkomendasi oleh Syaikh Muqbil. Kami memang tidak mengetahuinya karena memang bukan kepentingan dan kewajiban kami untuk mengetahui semua urusan fitnah yang ada dan orang-orangnya, walau beberapa hal secara mujmal kami ketahui.
3. Masalah vonis tersebut bukanlah kapasitas kami dan tidak berhak menjadi penilai atas penyebaran tulisan yang telah diperiksa dan direkomendasi syaikh Muqbil ini, cukuplah Syaikh Muqbil sebagai penilai yang menyeru disebarluaskannya. Dan tidak dapat pula masalah perbedaan pandangan tentang ini lantas menjadi standart al wala&#039; wal baro&#039; terhadap kami. Keadaan pada saat ini tidaklah mewajibkan kami untuk selalu ikut berkomentar atau menilai siapa si fulan atau si alan yang memang tidak ada kepentingan dan kewajibannya bagi kami untuk ikut-ikutan memvonis.
4. Tidak ada larangan dari satupun ulama dalam penyebarluasan tulisan beliau ini yang TELAH DIPERIKSA DAN DIREKOMENDASI oleh Syaikh Muqbil, karena memang isinya adalah kebenaran dan bukan ditulis oleh seorang ahlul bid&#039;ah. Sayangnya, sebagian orang ada yang tergesa-gesa dalam menghukumi sehingga menempatkan hujjah-hujjah dalam bab mauqif ahlussunnah kepada ahlulbid&#039;ah menjadi hujjah pula dalam mauqif kepada siapa saja yang dikritik atau dinasehati ulama ahlussunnah. Kami tidak mengingkari kritik atas kesalahan yang ada, tapi tidak setiap kritik atas kesalahan lantas otomatis menjadikan seorang yang dikritik atau tersalah itu sebagai ahlulbid&#039;ah sehingga disikapi sebagaimana menyikapi seorang ahlulbid&#039;ah tulen. 

Wallahu a&#039;lam.
Abu Husain Munajat.
Kontak HP (afwan tidak melayani SMS): 0817275237, 085292631963, 085729231531, 02746666613

Catatan tambahan:
1. Telah menyampaikan kepada kami Al Ustadz Akhmad Yuswaji Lc, bahwa beliau mengabarkan kepada Ustadz Muhammad Umar As-Sewed hafizhahullah tentang udzur kami di atas (sesuai makna poin 1 dan 2) perihal termuatnya tulisan Khalid Ghirbani tersebut, maka beliau menjawab (secara makna): Kalau tidak tau, ya sudah tidak mengapa.... Kemudian ditanyakan juga perihal Abdul Ghofur al Malanji (yang telah menulis dan membesar-besarkan permasalahan ini), maka ustadz Muhammad As-Sewed menjawab (secara makna): &quot;ANA KENAL DIA, DIA SUDAH DINASEHATI PARA USTADZ, DIA TIDAK USAH DITANGGAPI!&quot;
Pernyataan yang serupa kami dengar juga dari Ustadz Abdul Mu&#039;thi Almaidani (murid syaikh Muqbil al Wadi&#039;iy): &quot;ahlul fitan semacam Abdul Ghofur Almalanjy tidak perlu ditanggapi!&quot;
Dan banyak lagi pernyataan serupa dari asatidz lainnya perihal Abdul Ghofur Al Malanji, diantaranya dari Ustadz Na&#039;im Lc (lulusan Madinah), ustadz Dzulqarnain (murid Syaikh Muqbil, murid Syaikh Shalih Al Fauzan), dan banyak lagi ustadz lainnya.
Mengingat nasehat ust Muhammad As-Sewed dan lainnya tsb, utk tidak usah menanggapi orang semacam Abdul Ghofur alMalanji -yang sudah dinasehati para ustadz tapi tetap saja begitu- maka kami cukupkan penjelasan utk komentar antum disini seperlunya saja, jangan sampai dikira kami hendak menanggapi si Abdul Ghofur alMalanji tsb.
2. Terjemah dari tulisan Khalid al-Ghirbani tersebut JUGA PERNAH DIMUAT MAJALAH ASY-SYARIAH yaitu pada edisi 04/I/Syawal 1424 H/Desember 2003 pada halaman 76-79 dengan diberi judul Musuh dalam Selimut. Majalah Asy-Syariah edisi tersebut terbit kembali dalam BUNDEL ASY-SYARIAH EDISI 1-6 yang terbit tahun 2011. Tulisan juga tampil di web Majalah Asy-Syariah http://asysyariah.com/musuh-dalam-selimut.html (disitu tercantum di awal &quot;ditulis oleh: Ummu Affan &amp; Ummu Abdirrahman&quot;, lalu di akhir tulisan tercantum &quot;Tulisan ini pernah diperlihatkan oleh penulis kepada asy-Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’i dan beliau menganjurkan agar disebarkan&quot;. Padahal sebenarnya penulisnya Khalid Ghirbani dan dialah yang memperlihatkan kpd Syaikh Muqbil, adapun kedua ummu tsb hanya penerjemah/penyadur dan bukan yg memperlihatkan kpd syaikh Muqbil.)
Bedanya, bahwa kami tidak tau-menahu ttg Khalid Ghirbani ketika tulisannya kami tampilkan di majalah Akhwat, sedangkan kru majalah Asy-Syariah menampilkan kembali di bundelnya itu dalam keadaan mereka memang mengetahui siapa Khalid Ghirbani -demikianlah kemungkinan kuatnya- karena: 1.diantara asatidz pengasuh Asy-Syariah orang-orang yang mentahdzir Syaikh Yahya dan yg bersamanya (tentunya trmasuk Khalid Ghirbani), 2.dan karena redaksinya melakukan semacam tadlis (dgn menghapus) nama Khalid Ghirbani walau tulisannya tetap ditampilkan tanpa pnjelasan siapa si penulis, sangat mungkin karena memang mereka telah tau siapa si penulis namun dihapus agar samar/diketahui orang lain. Perbuatan ini sangat mirip dengan yang diistilahkan sebagai TADLIS dalam ilmu hadits. Yaitu tadlis dgn bentuk menggelapkan nama penulis -yang mereka ketahui tidak tsiqoh- namun justru mnjadi &#039;naik derajatnya&#039; dgn mereka mencantumkan adanya tazkiyah syaikh Muqbil utk menyebarluaskannya. Sehingga orang akan mengira demikian, karena tidak dijelaskan keadaan yang sebenarnya. Hal ini kami ungkapkan bukan dgn maksud menjatuhkan, tapi kami tunjukkan adanya kesalahan disini yang tentunya seorang ahlussunnah kami yakin akan rujuk (dan hal ini sudah kami sampaikan langsung kepada ust Luqman Ba&#039;abduh).
Ini juga kami sampaikan bukan dalam rangka membela diri, bukan pula sbg dasar membenarkan apa yg kami perbuat -jika memang itu salah-. Tapi kita menghormati kejujuran dan keadilan. Jika ada yg mempermasalahkan tulisan tersebut di maj Akhwat maka YANG LEBIH PANTAS adalah dia mempermasalahkan Asy-Syariah yang juga memuat terjemah tulisan itu, karena perbuatan mereka lebih dulu daripada perbuatan kami, bahkan 2 kali, bahkan tetap disebarluaskan di webnya, bahkan dengan di atas ilmu/mengetahui ttg siapa Khalid Ghirbani. Ini hanya sekedar bahan renungan buat ahlul fitan wat tahdzir. Sedangkan kami sendiri alhamdulillah tidak ada permasalahan apapun dgn redaksi Asy-Syariah sebagai sesama pegiat dakwah melalui majalah. Sehingga dengan demikian kita akan melihat bahwa nasehat itu memang benar-benar disampaikan secara jujur dan adil, yang mana ini hampir mustahil ditemui dari lisan ahlul fitan wat tahdzir.&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah&#8230; afwan ana hanya ingin mengingatkan, untuk edisi majalah akhwat yang membahas tentang BAHAYA LATEN TELEVISI, disana dijelaskan bahwa tulisan itu dinukil dari al fadil abu khalid al ghirbani hafidzahulloh&#8230;<br />
yang ana mau tanyakan, bukankah al ghirbani itu adalah seorang ikhwani, sebagaimana pernyataan dan fatwa syaikh robi bin hadi hafidzahulloh&#8230; dan juga telah ditahdzir oleh banyak syaikh yang lainnya.<br />
kenapa tetap dinukil perkataannya??  ini bisa jadi fitnah ustadz&#8230;<br />
jazakallahu khairon..</p>
<blockquote><p>Admin:<br />
Bismillah.<br />
1. Perlu kami jelaskan bahwa naskah asli artikel tersebut diambil dari maktabah syamilah, ditulis ketika masa masih hidupnya Syaikh Muqbil al Wadi&#8217;iy rahimahullah, TELAH DIPERIKSA DAN DIREKOMENDASI oleh syaikh Muqbil untuk disebarluaskan.<br />
2. Kami bukanlah orang yang disibukkan dengan masalah fitnah, tidak ikut campur pada urusan fitnah yang tidak ada kaitannya dengan urusan amalan kami, sehingga ketika tulisan ini diterjemahkan dan diterbitkan bahkan KAMI TIDAK MENGETAHUI SAMA SEKALI siapa Khalid Al Ghirbani kecuali bahwa beliau salah seorang murid Syaikh Muqbil dan tulisannya telah diperiksa dan direkomendasi oleh Syaikh Muqbil. Kami memang tidak mengetahuinya karena memang bukan kepentingan dan kewajiban kami untuk mengetahui semua urusan fitnah yang ada dan orang-orangnya, walau beberapa hal secara mujmal kami ketahui.<br />
3. Masalah vonis tersebut bukanlah kapasitas kami dan tidak berhak menjadi penilai atas penyebaran tulisan yang telah diperiksa dan direkomendasi syaikh Muqbil ini, cukuplah Syaikh Muqbil sebagai penilai yang menyeru disebarluaskannya. Dan tidak dapat pula masalah perbedaan pandangan tentang ini lantas menjadi standart al wala&#8217; wal baro&#8217; terhadap kami. Keadaan pada saat ini tidaklah mewajibkan kami untuk selalu ikut berkomentar atau menilai siapa si fulan atau si alan yang memang tidak ada kepentingan dan kewajibannya bagi kami untuk ikut-ikutan memvonis.<br />
4. Tidak ada larangan dari satupun ulama dalam penyebarluasan tulisan beliau ini yang TELAH DIPERIKSA DAN DIREKOMENDASI oleh Syaikh Muqbil, karena memang isinya adalah kebenaran dan bukan ditulis oleh seorang ahlul bid&#8217;ah. Sayangnya, sebagian orang ada yang tergesa-gesa dalam menghukumi sehingga menempatkan hujjah-hujjah dalam bab mauqif ahlussunnah kepada ahlulbid&#8217;ah menjadi hujjah pula dalam mauqif kepada siapa saja yang dikritik atau dinasehati ulama ahlussunnah. Kami tidak mengingkari kritik atas kesalahan yang ada, tapi tidak setiap kritik atas kesalahan lantas otomatis menjadikan seorang yang dikritik atau tersalah itu sebagai ahlulbid&#8217;ah sehingga disikapi sebagaimana menyikapi seorang ahlulbid&#8217;ah tulen. </p>
<p>Wallahu a&#8217;lam.<br />
Abu Husain Munajat.<br />
Kontak HP (afwan tidak melayani SMS): 0817275237, 085292631963, 085729231531, 02746666613</p>
<p>Catatan tambahan:<br />
1. Telah menyampaikan kepada kami Al Ustadz Akhmad Yuswaji Lc, bahwa beliau mengabarkan kepada Ustadz Muhammad Umar As-Sewed hafizhahullah tentang udzur kami di atas (sesuai makna poin 1 dan 2) perihal termuatnya tulisan Khalid Ghirbani tersebut, maka beliau menjawab (secara makna): Kalau tidak tau, ya sudah tidak mengapa&#8230;. Kemudian ditanyakan juga perihal Abdul Ghofur al Malanji (yang telah menulis dan membesar-besarkan permasalahan ini), maka ustadz Muhammad As-Sewed menjawab (secara makna): &#8220;ANA KENAL DIA, DIA SUDAH DINASEHATI PARA USTADZ, DIA TIDAK USAH DITANGGAPI!&#8221;<br />
Pernyataan yang serupa kami dengar juga dari Ustadz Abdul Mu&#8217;thi Almaidani (murid syaikh Muqbil al Wadi&#8217;iy): &#8220;ahlul fitan semacam Abdul Ghofur Almalanjy tidak perlu ditanggapi!&#8221;<br />
Dan banyak lagi pernyataan serupa dari asatidz lainnya perihal Abdul Ghofur Al Malanji, diantaranya dari Ustadz Na&#8217;im Lc (lulusan Madinah), ustadz Dzulqarnain (murid Syaikh Muqbil, murid Syaikh Shalih Al Fauzan), dan banyak lagi ustadz lainnya.<br />
Mengingat nasehat ust Muhammad As-Sewed dan lainnya tsb, utk tidak usah menanggapi orang semacam Abdul Ghofur alMalanji -yang sudah dinasehati para ustadz tapi tetap saja begitu- maka kami cukupkan penjelasan utk komentar antum disini seperlunya saja, jangan sampai dikira kami hendak menanggapi si Abdul Ghofur alMalanji tsb.<br />
2. Terjemah dari tulisan Khalid al-Ghirbani tersebut JUGA PERNAH DIMUAT MAJALAH ASY-SYARIAH yaitu pada edisi 04/I/Syawal 1424 H/Desember 2003 pada halaman 76-79 dengan diberi judul Musuh dalam Selimut. Majalah Asy-Syariah edisi tersebut terbit kembali dalam BUNDEL ASY-SYARIAH EDISI 1-6 yang terbit tahun 2011. Tulisan juga tampil di web Majalah Asy-Syariah <a href="http://asysyariah.com/musuh-dalam-selimut.html" rel="nofollow">http://asysyariah.com/musuh-dalam-selimut.html</a> (disitu tercantum di awal &#8220;ditulis oleh: Ummu Affan &#038; Ummu Abdirrahman&#8221;, lalu di akhir tulisan tercantum &#8220;Tulisan ini pernah diperlihatkan oleh penulis kepada asy-Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’i dan beliau menganjurkan agar disebarkan&#8221;. Padahal sebenarnya penulisnya Khalid Ghirbani dan dialah yang memperlihatkan kpd Syaikh Muqbil, adapun kedua ummu tsb hanya penerjemah/penyadur dan bukan yg memperlihatkan kpd syaikh Muqbil.)<br />
Bedanya, bahwa kami tidak tau-menahu ttg Khalid Ghirbani ketika tulisannya kami tampilkan di majalah Akhwat, sedangkan kru majalah Asy-Syariah menampilkan kembali di bundelnya itu dalam keadaan mereka memang mengetahui siapa Khalid Ghirbani -demikianlah kemungkinan kuatnya- karena: 1.diantara asatidz pengasuh Asy-Syariah orang-orang yang mentahdzir Syaikh Yahya dan yg bersamanya (tentunya trmasuk Khalid Ghirbani), 2.dan karena redaksinya melakukan semacam tadlis (dgn menghapus) nama Khalid Ghirbani walau tulisannya tetap ditampilkan tanpa pnjelasan siapa si penulis, sangat mungkin karena memang mereka telah tau siapa si penulis namun dihapus agar samar/diketahui orang lain. Perbuatan ini sangat mirip dengan yang diistilahkan sebagai TADLIS dalam ilmu hadits. Yaitu tadlis dgn bentuk menggelapkan nama penulis -yang mereka ketahui tidak tsiqoh- namun justru mnjadi &#8216;naik derajatnya&#8217; dgn mereka mencantumkan adanya tazkiyah syaikh Muqbil utk menyebarluaskannya. Sehingga orang akan mengira demikian, karena tidak dijelaskan keadaan yang sebenarnya. Hal ini kami ungkapkan bukan dgn maksud menjatuhkan, tapi kami tunjukkan adanya kesalahan disini yang tentunya seorang ahlussunnah kami yakin akan rujuk (dan hal ini sudah kami sampaikan langsung kepada ust Luqman Ba&#8217;abduh).<br />
Ini juga kami sampaikan bukan dalam rangka membela diri, bukan pula sbg dasar membenarkan apa yg kami perbuat -jika memang itu salah-. Tapi kita menghormati kejujuran dan keadilan. Jika ada yg mempermasalahkan tulisan tersebut di maj Akhwat maka YANG LEBIH PANTAS adalah dia mempermasalahkan Asy-Syariah yang juga memuat terjemah tulisan itu, karena perbuatan mereka lebih dulu daripada perbuatan kami, bahkan 2 kali, bahkan tetap disebarluaskan di webnya, bahkan dengan di atas ilmu/mengetahui ttg siapa Khalid Ghirbani. Ini hanya sekedar bahan renungan buat ahlul fitan wat tahdzir. Sedangkan kami sendiri alhamdulillah tidak ada permasalahan apapun dgn redaksi Asy-Syariah sebagai sesama pegiat dakwah melalui majalah. Sehingga dengan demikian kita akan melihat bahwa nasehat itu memang benar-benar disampaikan secara jujur dan adil, yang mana ini hampir mustahil ditemui dari lisan ahlul fitan wat tahdzir.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Sekolah Islam Terpadu Darussunnah di Yogyakarta by Arys Hidayat</title>
		<link>http://darussunnah.or.id/materi-khusus/info-dakwah-darussunnah/sekolah-islam-terpadu-as-sunnah-di-yogyakarta/comment-page-1/#comment-861</link>
		<dc:creator>Arys Hidayat</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 15:50:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://darussunnah.or.id/?p=191#comment-861</guid>
		<description>Bismillah..Assalaamu&#039;alaykum.
Ana sangat mendukung program pendidikan yg dikelola &amp; dikembangkan oleh Darussunnah.
Jika ada kesempatan ingin sekali bisa bersilaturakhim ke Ma&#039;had tersebut. Apakah bisa silaturokhim di hari Ahad..?
Jazakumulloh.
Salam,
Arys Hidayat

&lt;em&gt;Wa&#039;alaykumussalaam warahmatullah,
afwan tempat belajar kami belum ada apa-apanya, baru merintis, tafadhol jika mau mampir kabari dulu sebelumnya, baarokallohufiikum.&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah..Assalaamu&#8217;alaykum.<br />
Ana sangat mendukung program pendidikan yg dikelola &amp; dikembangkan oleh Darussunnah.<br />
Jika ada kesempatan ingin sekali bisa bersilaturakhim ke Ma&#8217;had tersebut. Apakah bisa silaturokhim di hari Ahad..?<br />
Jazakumulloh.<br />
Salam,<br />
Arys Hidayat</p>
<p><em>Wa&#8217;alaykumussalaam warahmatullah,<br />
afwan tempat belajar kami belum ada apa-apanya, baru merintis, tafadhol jika mau mampir kabari dulu sebelumnya, baarokallohufiikum.</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Wanita Penghuni Neraka by nurfadila</title>
		<link>http://darussunnah.or.id/artikel-islam/muslimah/wanita-penghuni-neraka-2/comment-page-1/#comment-857</link>
		<dc:creator>nurfadila</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Nov 2011 00:56:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://darussunnah.com/?p=52#comment-857</guid>
		<description>Semoga saya bisa jadi istri yang sholehaaa,,, aamiin.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Semoga saya bisa jadi istri yang sholehaaa,,, aamiin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

