<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments for DARUSSUNNAH.OR.ID :: Hidup Bahagia dalam Naungan Sunnah :: Dakwah Islamiyah Manhaj Ahlus Sunnah As-Salafiyah :: Yayasan Darussunnah Al-Islamy Yogyakarta</title>
	<atom:link href="http://darussunnah.or.id/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://darussunnah.or.id</link>
	<description>Dakwah Islamiyah Manhaj Ahlus Sunnah As-Salafiyah</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Jan 2012 06:12:03 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Comment on MLM Darussunah (revisi info kelas ikhwan &amp; akhwat) by Wasnadi</title>
		<link>http://darussunnah.or.id/materi-khusus/info-dakwah-darussunnah/mlm-darussunah-revisi-info-kelas-ikhwan-akhwat/comment-page-1/#comment-884</link>
		<dc:creator>Wasnadi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 06:12:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://darussunnah.or.id/?p=753#comment-884</guid>
		<description>Assalamualaikum ana mau  bergabung</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum ana mau  bergabung</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Majalah AKHWAT Ed.12: Bahaya Laten Televisi by Admin</title>
		<link>http://darussunnah.or.id/materi-khusus/majalah-akhwat-ed-12-bahaya-laten-televisi/comment-page-1/#comment-883</link>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2012 02:06:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://darussunnah.or.id/?p=1576#comment-883</guid>
		<description>Bismillah.
Alhamdulillah, washsholatu wassalamu ‘ala Rasulillah.
Sebenarnya ini insya Allah adalah perkara yang gamblang lagi mudah bagi siapa saja yang memiliki keluasan pandangan dan kejernihan qalbu. Ketika sebagian saudaranya dari kalangan ahlussunnah berjibaku dalam dunia dakwah dalam rangka menyebarkan agama Allah. Maka sudah sepantasnyalah rasa syukur dipanjatkan kepada Allah atas kelebihan yang Allah berikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya kebaikan. Akan tetapi sebagian orang yang jahil atau yang berpenyakit hatinya, memiliki timbangan yang rusak, sehingga masuklah hawa nafsunya tatkala memandang, berbicara dan menulis tentang perkara ini. Perkara itu adalah tentang sebagian ikhwah yang telah dibuat ragu oleh ahlul fitan akan majalah Akhwat.

Berhubung kami telah merasakan dan melihat dampak yang cukup besar dari fitnah yang telah disebarkan sebagian saudara kami -semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita semua-, sehingga membuat sebagian orang terjauhkan dari ilmu, dan terhambatnya penyebaran ilmu. Yang ini membuat hati kami sedih dan kasihan kepada orang-orang yang terpedaya akibat fitnah. Dan kami mengingat sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “bantulah saudaramu yang zhalim dan yang dizhalimi”, -dan hanya kepada Allah kami minta perlindungan dari kezhaliman ahlul fitan-. Maka kami memandang perlu mengeluarkan kepada ikhwah semua, apa yang pernah kami tulis di status facebook kami, agar ikhwah mengetahui dan menyebarkannya, yang dengannya kami harap kepada Allah mencatat antum menjadi sebab ishlah dalam medan dakwah ini, insya Allah. Tidaklah yang kami sampaikan ini kecuali dalam rangka meluruskan kesamaran dan menjelaskan sesuatu yang baik lagi menyejukkan akibatnya, dan bukanlah utk sekedar membela diri atau membantah apalagi menjatuhkan sebagian saudara-saudara kami.
——————

“Al Ustadz Luqman Ba’abduh tidak pernah mempermasalahkan apalagi melarang majalah AKHWAT, begitupun jual-belinya, juga para agen dan pembacanya, bahkan beliau hafizhahullah menyatakan bersyukur dengan adanya majalah AKHWAT dan asatidzah yang turut serta berdakwah melalui Majalah AKHWAT…”
-demikian diantara dari pembicaraan khusus ttg Majalah AKHWAT antara ust Yahya (pengajar di Darussunnah dan penerjemah di penerbit majalah Akhwat) dengan al ustadz Luqman Ba’abduh di Jember bbrp hari lalu.
Walhamdulillah.
ini meluruskan sangkaan beberapa ikhwah bahwa beliau telah melarang majalah Akhwat beredar, padahal sebaliknya justru beliau bersyukur dan ikut mendukung. Dalam pembicaraan tersebut juga kami mendapat nasehat-nasehat yang sangat berharga dalam rangka perbaikan dan kemajuan dakwah melalui majalah Akhwat. jazahullahu khairan.
disinilah hikmah dari seorang yg berilmu dibanding sebagian kita yang mungkin jahil dan tergesa-gesa, disini beliau melihat dengan inshof lagi hikmah serta mengetahui maslahah dakwah yang besar dari majalah Akhwat kemudian beliau bersyukur atasnya, sedangkan orang yg jahil akan bersikap tidak di atas ilmu dan tidak pula di atas hikmah sehingga apa yg keluar dari lisannya lebih banyak merusak dakwah daripada membangun dakwah.
Bahkan kejelasan dari sikap beliau ini menunjukkan hikmah dan inshof beliau dalam rangka mengutamakan kepentingan dakwah.
Hal tersebut juga pernah kami sampaikan melalui ust Yuswaji kepada ust Muhammad Umar As-Sewed dan Ust Muhammad juga menyambut dengan baik dan hikmah karena melihat kemaslahatan dakwah yang besar melalui majalah Akhwat.
Akan tetapi mungkin karena kejahilan dan ketergesaan ada beberapa ikhwah yang bersikap berbeda/menyelisihi dari sikap ilmiah nan hikmah kedua orang tua kita tersebut hafizhahumallah.
Dulu juga pernah ust Afifuddin menjawab apa yg dipermasalahkan oleh bbrp ikhwah ttg majalah Akhwat, alhamdulillah beliau menjawab dengan ilmiah dan hikmah.
Namun begitulah…, Allah memang menjadikan sebagian kita mnjadi fitnah bagi sebagian yg lain utk menguji kesabaran kita, entah karena hasad-iri-dengki, maupun karena kejahilan, bahkan mungkin karena memang ingin berbuat makar terhadap dakwah, sehingga fitnah dan tuduhan terus saja bergulir di lisan-lisan dan tangan-tangan mereka. Akan tetapi kami lebih memilih menyibukkan diri kami pada apa-apa yg lebih bermanfaat bagi kami dan kaum muslimin, dan kami tidak terlalu khawatir akan dakwah ini karena Allah yg akan menjaganya, namun kami lebih khawatir diri-diri kami di hadapan Allah kelak. Wallahul musta’aan.
ust Yahya sudah ana pesankan agar direkam, karena ana menduga sebagian ikhwah mungkin ragu atau ga percaya (sedangkan kalo ana sndiri sangat yakin beliau memiliki hikmah dlm hal ini), lalu kemaren itu ust yahya minta ijin direkam tapi ust luqman bilang itu tidak perlu, lalu ust yahya bilang bhwa ini akan disampaikan kpd ikhwah maka ust luqman bilang ya silahkan saja sampaikan tidak mengapa insya Allah… (intinya begitu). Maka katakan saja ke ikhwah yg ragu, suruh telpon dan tanya sendiri ke ust luqman atau ust muhammad umar as-sewed.
Adapun yang jawaban ust afif itu memang dalam tanya jawab di suatu dauroh dan ana ada rekamannya dan pernah ana sebarkan di web akhwat -walau kemudian server rusak-. tapi berhubung orang-orang yg jahil dan ahlul fitan lebih semangat menyebarkan kerusakan lewat fitnah dan tuduhan, sehingga sekian banyak faedah dan kebaikan yg telah tersebar, serta sambutan baik dan rekomendasi -walau itu bukan tujuan maupun kebutuhan kami-, akhirnya hilang terlupakan dan tidak teranggap sama sekali. Allahul musta’aan.
Sungguh disayangkan, sebagian orang mudah sekali dan bersegera dalam menerima dan menelan mentah2 dan menyebarkan khabar yang dengan itu jatuh kehormatan saudaranya kemudian membangun sikap karenanya. Akan tetapi ketika datang khabar ishlah dan kebaikan yang inshof, hikmah, ilmiah dan membawa kesejukan dan kenikmatan ukhuwah dan dakwah, maka mereka ini tidak percaya, meragukan, menolak, menyembunyikannya. Allahul musta’aan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah.<br />
Alhamdulillah, washsholatu wassalamu ‘ala Rasulillah.<br />
Sebenarnya ini insya Allah adalah perkara yang gamblang lagi mudah bagi siapa saja yang memiliki keluasan pandangan dan kejernihan qalbu. Ketika sebagian saudaranya dari kalangan ahlussunnah berjibaku dalam dunia dakwah dalam rangka menyebarkan agama Allah. Maka sudah sepantasnyalah rasa syukur dipanjatkan kepada Allah atas kelebihan yang Allah berikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya kebaikan. Akan tetapi sebagian orang yang jahil atau yang berpenyakit hatinya, memiliki timbangan yang rusak, sehingga masuklah hawa nafsunya tatkala memandang, berbicara dan menulis tentang perkara ini. Perkara itu adalah tentang sebagian ikhwah yang telah dibuat ragu oleh ahlul fitan akan majalah Akhwat.</p>
<p>Berhubung kami telah merasakan dan melihat dampak yang cukup besar dari fitnah yang telah disebarkan sebagian saudara kami -semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita semua-, sehingga membuat sebagian orang terjauhkan dari ilmu, dan terhambatnya penyebaran ilmu. Yang ini membuat hati kami sedih dan kasihan kepada orang-orang yang terpedaya akibat fitnah. Dan kami mengingat sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “bantulah saudaramu yang zhalim dan yang dizhalimi”, -dan hanya kepada Allah kami minta perlindungan dari kezhaliman ahlul fitan-. Maka kami memandang perlu mengeluarkan kepada ikhwah semua, apa yang pernah kami tulis di status facebook kami, agar ikhwah mengetahui dan menyebarkannya, yang dengannya kami harap kepada Allah mencatat antum menjadi sebab ishlah dalam medan dakwah ini, insya Allah. Tidaklah yang kami sampaikan ini kecuali dalam rangka meluruskan kesamaran dan menjelaskan sesuatu yang baik lagi menyejukkan akibatnya, dan bukanlah utk sekedar membela diri atau membantah apalagi menjatuhkan sebagian saudara-saudara kami.<br />
——————</p>
<p>“Al Ustadz Luqman Ba’abduh tidak pernah mempermasalahkan apalagi melarang majalah AKHWAT, begitupun jual-belinya, juga para agen dan pembacanya, bahkan beliau hafizhahullah menyatakan bersyukur dengan adanya majalah AKHWAT dan asatidzah yang turut serta berdakwah melalui Majalah AKHWAT…”<br />
-demikian diantara dari pembicaraan khusus ttg Majalah AKHWAT antara ust Yahya (pengajar di Darussunnah dan penerjemah di penerbit majalah Akhwat) dengan al ustadz Luqman Ba’abduh di Jember bbrp hari lalu.<br />
Walhamdulillah.<br />
ini meluruskan sangkaan beberapa ikhwah bahwa beliau telah melarang majalah Akhwat beredar, padahal sebaliknya justru beliau bersyukur dan ikut mendukung. Dalam pembicaraan tersebut juga kami mendapat nasehat-nasehat yang sangat berharga dalam rangka perbaikan dan kemajuan dakwah melalui majalah Akhwat. jazahullahu khairan.<br />
disinilah hikmah dari seorang yg berilmu dibanding sebagian kita yang mungkin jahil dan tergesa-gesa, disini beliau melihat dengan inshof lagi hikmah serta mengetahui maslahah dakwah yang besar dari majalah Akhwat kemudian beliau bersyukur atasnya, sedangkan orang yg jahil akan bersikap tidak di atas ilmu dan tidak pula di atas hikmah sehingga apa yg keluar dari lisannya lebih banyak merusak dakwah daripada membangun dakwah.<br />
Bahkan kejelasan dari sikap beliau ini menunjukkan hikmah dan inshof beliau dalam rangka mengutamakan kepentingan dakwah.<br />
Hal tersebut juga pernah kami sampaikan melalui ust Yuswaji kepada ust Muhammad Umar As-Sewed dan Ust Muhammad juga menyambut dengan baik dan hikmah karena melihat kemaslahatan dakwah yang besar melalui majalah Akhwat.<br />
Akan tetapi mungkin karena kejahilan dan ketergesaan ada beberapa ikhwah yang bersikap berbeda/menyelisihi dari sikap ilmiah nan hikmah kedua orang tua kita tersebut hafizhahumallah.<br />
Dulu juga pernah ust Afifuddin menjawab apa yg dipermasalahkan oleh bbrp ikhwah ttg majalah Akhwat, alhamdulillah beliau menjawab dengan ilmiah dan hikmah.<br />
Namun begitulah…, Allah memang menjadikan sebagian kita mnjadi fitnah bagi sebagian yg lain utk menguji kesabaran kita, entah karena hasad-iri-dengki, maupun karena kejahilan, bahkan mungkin karena memang ingin berbuat makar terhadap dakwah, sehingga fitnah dan tuduhan terus saja bergulir di lisan-lisan dan tangan-tangan mereka. Akan tetapi kami lebih memilih menyibukkan diri kami pada apa-apa yg lebih bermanfaat bagi kami dan kaum muslimin, dan kami tidak terlalu khawatir akan dakwah ini karena Allah yg akan menjaganya, namun kami lebih khawatir diri-diri kami di hadapan Allah kelak. Wallahul musta’aan.<br />
ust Yahya sudah ana pesankan agar direkam, karena ana menduga sebagian ikhwah mungkin ragu atau ga percaya (sedangkan kalo ana sndiri sangat yakin beliau memiliki hikmah dlm hal ini), lalu kemaren itu ust yahya minta ijin direkam tapi ust luqman bilang itu tidak perlu, lalu ust yahya bilang bhwa ini akan disampaikan kpd ikhwah maka ust luqman bilang ya silahkan saja sampaikan tidak mengapa insya Allah… (intinya begitu). Maka katakan saja ke ikhwah yg ragu, suruh telpon dan tanya sendiri ke ust luqman atau ust muhammad umar as-sewed.<br />
Adapun yang jawaban ust afif itu memang dalam tanya jawab di suatu dauroh dan ana ada rekamannya dan pernah ana sebarkan di web akhwat -walau kemudian server rusak-. tapi berhubung orang-orang yg jahil dan ahlul fitan lebih semangat menyebarkan kerusakan lewat fitnah dan tuduhan, sehingga sekian banyak faedah dan kebaikan yg telah tersebar, serta sambutan baik dan rekomendasi -walau itu bukan tujuan maupun kebutuhan kami-, akhirnya hilang terlupakan dan tidak teranggap sama sekali. Allahul musta’aan.<br />
Sungguh disayangkan, sebagian orang mudah sekali dan bersegera dalam menerima dan menelan mentah2 dan menyebarkan khabar yang dengan itu jatuh kehormatan saudaranya kemudian membangun sikap karenanya. Akan tetapi ketika datang khabar ishlah dan kebaikan yang inshof, hikmah, ilmiah dan membawa kesejukan dan kenikmatan ukhuwah dan dakwah, maka mereka ini tidak percaya, meragukan, menolak, menyembunyikannya. Allahul musta’aan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Kajian Islam Ilmiah 3 Hari Yogyakarta (14-16 Feb 2011) by mas'ud</title>
		<link>http://darussunnah.or.id/materi-khusus/info-dakwah-darussunnah/kajian-islam-ilmiah-3-hari-yogyakarta-14-16-feb-2011/comment-page-1/#comment-881</link>
		<dc:creator>mas'ud</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 13:24:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://darussunnah.or.id/?p=1538#comment-881</guid>
		<description>barakallahu fiikum
 </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>barakallahu fiikum<br />
 </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Majalah AKHWAT Ed.12: Bahaya Laten Televisi by abu ubaidah</title>
		<link>http://darussunnah.or.id/materi-khusus/majalah-akhwat-ed-12-bahaya-laten-televisi/comment-page-1/#comment-864</link>
		<dc:creator>abu ubaidah</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Dec 2011 02:01:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://darussunnah.or.id/?p=1576#comment-864</guid>
		<description>Bismillah... afwan ana hanya ingin mengingatkan, untuk edisi majalah akhwat yang membahas tentang BAHAYA LATEN TELEVISI, disana dijelaskan bahwa tulisan itu dinukil dari al fadil abu khalid al ghirbani hafidzahulloh...
yang ana mau tanyakan, bukankah al ghirbani itu adalah seorang ikhwani, sebagaimana pernyataan dan fatwa syaikh robi bin hadi hafidzahulloh... dan juga telah ditahdzir oleh banyak syaikh yang lainnya.
kenapa tetap dinukil perkataannya??  ini bisa jadi fitnah ustadz...
jazakallahu khairon..

&lt;blockquote&gt;Admin:
Bismillah. 
1. Perlu kami jelaskan bahwa naskah asli artikel tersebut diambil dari maktabah syamilah, ditulis ketika masa masih hidupnya Syaikh Muqbil al Wadi&#039;iy rahimahullah, TELAH DIPERIKSA DAN DIREKOMENDASI oleh syaikh Muqbil untuk disebarluaskan.
2. Kami bukanlah orang yang disibukkan dengan masalah fitnah, tidak ikut campur pada urusan fitnah yang tidak ada kaitannya dengan urusan amalan kami, sehingga ketika tulisan ini diterjemahkan dan diterbitkan bahkan KAMI TIDAK MENGETAHUI SAMA SEKALI siapa Khalid Al Ghirbani kecuali bahwa beliau salah seorang murid Syaikh Muqbil dan tulisannya telah diperiksa dan direkomendasi oleh Syaikh Muqbil. Kami memang tidak mengetahuinya karena memang bukan kepentingan dan kewajiban kami untuk mengetahui semua urusan fitnah yang ada dan orang-orangnya, walau beberapa hal secara mujmal kami ketahui.
3. Masalah vonis tersebut bukanlah kapasitas kami dan tidak berhak menjadi penilai atas penyebaran tulisan yang telah diperiksa dan direkomendasi syaikh Muqbil ini, cukuplah Syaikh Muqbil sebagai penilai yang menyeru disebarluaskannya. Dan tidak dapat pula masalah perbedaan pandangan tentang ini lantas menjadi standart al wala&#039; wal baro&#039; terhadap kami. Keadaan pada saat ini tidaklah mewajibkan kami untuk selalu ikut berkomentar atau menilai siapa si fulan atau si alan yang memang tidak ada kepentingan dan kewajibannya bagi kami untuk ikut-ikutan memvonis.
4. Tidak ada larangan dari satupun ulama dalam penyebarluasan tulisan beliau ini yang TELAH DIPERIKSA DAN DIREKOMENDASI oleh Syaikh Muqbil, karena memang isinya adalah kebenaran dan bukan ditulis oleh seorang ahlul bid&#039;ah. Sayangnya, sebagian orang ada yang tergesa-gesa dalam menghukumi sehingga menempatkan hujjah-hujjah dalam bab mauqif ahlussunnah kepada ahlulbid&#039;ah menjadi hujjah pula dalam mauqif kepada siapa saja yang dikritik atau dinasehati ulama ahlussunnah. Kami tidak mengingkari kritik atas kesalahan yang ada, tapi tidak setiap kritik atas kesalahan lantas otomatis menjadikan seorang yang dikritik atau tersalah itu sebagai ahlulbid&#039;ah sehingga disikapi sebagaimana menyikapi seorang ahlulbid&#039;ah tulen. 

Wallahu a&#039;lam.
Abu Husain Munajat.
Kontak HP (afwan tidak melayani SMS): 0817275237, 085292631963, 085729231531, 02746666613

Catatan tambahan:
1. Telah menyampaikan kepada kami Al Ustadz Akhmad Yuswaji Lc, bahwa beliau mengabarkan kepada Ustadz Muhammad Umar As-Sewed hafizhahullah tentang udzur kami di atas (sesuai makna poin 1 dan 2) perihal termuatnya tulisan Khalid Ghirbani tersebut, maka beliau menjawab (secara makna): Kalau tidak tau, ya sudah tidak mengapa.... Kemudian ditanyakan juga perihal Abdul Ghofur al Malanji (yang telah menulis dan membesar-besarkan permasalahan ini), maka ustadz Muhammad As-Sewed menjawab (secara makna): ANA KENAL DIA, DIA SUDAH DINASEHATI PARA USTADZ, DIA TIDAK USAH DITANGGAPI!
Pernyataan yang serupa kami dengar juga dari Ustadz Abdul Mu&#039;thi Almaidani (murid syaikh Muqbil al Wadi&#039;iy): ahlul fitan semacam Abdul Ghofur Almalanjy tidak perlu ditanggapi!
Dan banyak lagi pernyataan serupa dari asatidz lainnya perihal Abdul Ghofur Al Malanji, diantaranya dari Ustadz Na&#039;im Lc (lulusan Madinah), ustadz Dzulqarnain (murid Syaikh Muqbil, murid Syaikh Shalih Al Fauzan), dan banyak lagi ustadz lainnya.
Mengingat nasehat ust Muhammad As-Sewed dan lainnya tsb, utk tidak usah menanggapi orang semacam Abdul Ghofur alMalanji -yang sudah dinasehati para ustadz tapi tetap saja begitu- maka kami cukupkan penjelasan utk komentar antum disini seperlunya saja, jangan sampai dikira kami hendak menanggapi si Abdul Ghofur alMalanji tsb.
2. Dari kabar tentang peperangan di markiz Dammaj yang banyak tersebar (khususnya di isnad.net) telah kita dapati sekian banyak fatwa dan seruan para ulama ahlussunnah untuk menolong SAUDARA AHLUSSUNNAH di Dammaj. Jadi para ulama masih menganggap mereka semua saudara kita ahlussunnah. Termasuk Khalid Al Ghirbani sendiri telah berbicara dengan Syaikh Robi&#039; bin Hadi tentang jihad di Dammaj dan Syaikh Robi&#039; berbicara kepada beliau untuk memberi dukungan. Dari kabar ini -bukan berarti kami ingin membela kebatilannya- maka bisa jadi perkembangan keadaannya terakhir ini telah berubah di sisi Syaikh Robi&#039;.
3. Terjemah dari tulisan Khalid al-Ghirbani tersebut JUGA PERNAH DIMUAT MAJALAH ASY-SYARIAH yaitu pada edisi 04/I/Syawal 1424 H/Desember 2003 pada halaman 76-79 dengan diberi judul Musuh dalam Selimut. Majalah Asy-Syariah edisi tersebut terbit kembali dalam BUNDEL ASY-SYARIAH EDISI 1-6 yang terbit tahun 2011. Tulisan juga tampil di web Majalah Asy-Syariah http://asysyariah.com/musuh-dalam-selimut.html. Bedanya, bahwa kami tidak tau menahu ttg Khalid Ghirbani ketika tulisannya kami tampilkan di majalah Akhwat, sedangkan kru majalah Asy-Syariah menampilkan kembali di bundelnya itu dalam keadaan mereka memang mengetahui siapa Khalid Ghirbani -demikianlah kemungkinan kuatnya- karena: 1.diantara asatidz pengasuh Asy-Syariah orang-orang yang mentahdzir Syaikh Yahya dan yg bersamanya (tentunya trmasuk Khalid Ghirbani), 2.dan karena redaksinya melakukan semacam tadlis (dgn menghapus) nama Khalid Ghirbani walau tulisannya tetap ditampilkan tanpa pnjelasan siapa si penulis, sangat mungkin karena memang mereka telah tau siapa si penulis namun dihapus agar tidak langsung diketahui orang.&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah&#8230; afwan ana hanya ingin mengingatkan, untuk edisi majalah akhwat yang membahas tentang BAHAYA LATEN TELEVISI, disana dijelaskan bahwa tulisan itu dinukil dari al fadil abu khalid al ghirbani hafidzahulloh&#8230;<br />
yang ana mau tanyakan, bukankah al ghirbani itu adalah seorang ikhwani, sebagaimana pernyataan dan fatwa syaikh robi bin hadi hafidzahulloh&#8230; dan juga telah ditahdzir oleh banyak syaikh yang lainnya.<br />
kenapa tetap dinukil perkataannya??  ini bisa jadi fitnah ustadz&#8230;<br />
jazakallahu khairon..</p>
<blockquote><p>Admin:<br />
Bismillah.<br />
1. Perlu kami jelaskan bahwa naskah asli artikel tersebut diambil dari maktabah syamilah, ditulis ketika masa masih hidupnya Syaikh Muqbil al Wadi&#8217;iy rahimahullah, TELAH DIPERIKSA DAN DIREKOMENDASI oleh syaikh Muqbil untuk disebarluaskan.<br />
2. Kami bukanlah orang yang disibukkan dengan masalah fitnah, tidak ikut campur pada urusan fitnah yang tidak ada kaitannya dengan urusan amalan kami, sehingga ketika tulisan ini diterjemahkan dan diterbitkan bahkan KAMI TIDAK MENGETAHUI SAMA SEKALI siapa Khalid Al Ghirbani kecuali bahwa beliau salah seorang murid Syaikh Muqbil dan tulisannya telah diperiksa dan direkomendasi oleh Syaikh Muqbil. Kami memang tidak mengetahuinya karena memang bukan kepentingan dan kewajiban kami untuk mengetahui semua urusan fitnah yang ada dan orang-orangnya, walau beberapa hal secara mujmal kami ketahui.<br />
3. Masalah vonis tersebut bukanlah kapasitas kami dan tidak berhak menjadi penilai atas penyebaran tulisan yang telah diperiksa dan direkomendasi syaikh Muqbil ini, cukuplah Syaikh Muqbil sebagai penilai yang menyeru disebarluaskannya. Dan tidak dapat pula masalah perbedaan pandangan tentang ini lantas menjadi standart al wala&#8217; wal baro&#8217; terhadap kami. Keadaan pada saat ini tidaklah mewajibkan kami untuk selalu ikut berkomentar atau menilai siapa si fulan atau si alan yang memang tidak ada kepentingan dan kewajibannya bagi kami untuk ikut-ikutan memvonis.<br />
4. Tidak ada larangan dari satupun ulama dalam penyebarluasan tulisan beliau ini yang TELAH DIPERIKSA DAN DIREKOMENDASI oleh Syaikh Muqbil, karena memang isinya adalah kebenaran dan bukan ditulis oleh seorang ahlul bid&#8217;ah. Sayangnya, sebagian orang ada yang tergesa-gesa dalam menghukumi sehingga menempatkan hujjah-hujjah dalam bab mauqif ahlussunnah kepada ahlulbid&#8217;ah menjadi hujjah pula dalam mauqif kepada siapa saja yang dikritik atau dinasehati ulama ahlussunnah. Kami tidak mengingkari kritik atas kesalahan yang ada, tapi tidak setiap kritik atas kesalahan lantas otomatis menjadikan seorang yang dikritik atau tersalah itu sebagai ahlulbid&#8217;ah sehingga disikapi sebagaimana menyikapi seorang ahlulbid&#8217;ah tulen. </p>
<p>Wallahu a&#8217;lam.<br />
Abu Husain Munajat.<br />
Kontak HP (afwan tidak melayani SMS): 0817275237, 085292631963, 085729231531, 02746666613</p>
<p>Catatan tambahan:<br />
1. Telah menyampaikan kepada kami Al Ustadz Akhmad Yuswaji Lc, bahwa beliau mengabarkan kepada Ustadz Muhammad Umar As-Sewed hafizhahullah tentang udzur kami di atas (sesuai makna poin 1 dan 2) perihal termuatnya tulisan Khalid Ghirbani tersebut, maka beliau menjawab (secara makna): Kalau tidak tau, ya sudah tidak mengapa&#8230;. Kemudian ditanyakan juga perihal Abdul Ghofur al Malanji (yang telah menulis dan membesar-besarkan permasalahan ini), maka ustadz Muhammad As-Sewed menjawab (secara makna): ANA KENAL DIA, DIA SUDAH DINASEHATI PARA USTADZ, DIA TIDAK USAH DITANGGAPI!<br />
Pernyataan yang serupa kami dengar juga dari Ustadz Abdul Mu&#8217;thi Almaidani (murid syaikh Muqbil al Wadi&#8217;iy): ahlul fitan semacam Abdul Ghofur Almalanjy tidak perlu ditanggapi!<br />
Dan banyak lagi pernyataan serupa dari asatidz lainnya perihal Abdul Ghofur Al Malanji, diantaranya dari Ustadz Na&#8217;im Lc (lulusan Madinah), ustadz Dzulqarnain (murid Syaikh Muqbil, murid Syaikh Shalih Al Fauzan), dan banyak lagi ustadz lainnya.<br />
Mengingat nasehat ust Muhammad As-Sewed dan lainnya tsb, utk tidak usah menanggapi orang semacam Abdul Ghofur alMalanji -yang sudah dinasehati para ustadz tapi tetap saja begitu- maka kami cukupkan penjelasan utk komentar antum disini seperlunya saja, jangan sampai dikira kami hendak menanggapi si Abdul Ghofur alMalanji tsb.<br />
2. Dari kabar tentang peperangan di markiz Dammaj yang banyak tersebar (khususnya di isnad.net) telah kita dapati sekian banyak fatwa dan seruan para ulama ahlussunnah untuk menolong SAUDARA AHLUSSUNNAH di Dammaj. Jadi para ulama masih menganggap mereka semua saudara kita ahlussunnah. Termasuk Khalid Al Ghirbani sendiri telah berbicara dengan Syaikh Robi&#8217; bin Hadi tentang jihad di Dammaj dan Syaikh Robi&#8217; berbicara kepada beliau untuk memberi dukungan. Dari kabar ini -bukan berarti kami ingin membela kebatilannya- maka bisa jadi perkembangan keadaannya terakhir ini telah berubah di sisi Syaikh Robi&#8217;.<br />
3. Terjemah dari tulisan Khalid al-Ghirbani tersebut JUGA PERNAH DIMUAT MAJALAH ASY-SYARIAH yaitu pada edisi 04/I/Syawal 1424 H/Desember 2003 pada halaman 76-79 dengan diberi judul Musuh dalam Selimut. Majalah Asy-Syariah edisi tersebut terbit kembali dalam BUNDEL ASY-SYARIAH EDISI 1-6 yang terbit tahun 2011. Tulisan juga tampil di web Majalah Asy-Syariah <a href="http://asysyariah.com/musuh-dalam-selimut.html" rel="nofollow">http://asysyariah.com/musuh-dalam-selimut.html</a>. Bedanya, bahwa kami tidak tau menahu ttg Khalid Ghirbani ketika tulisannya kami tampilkan di majalah Akhwat, sedangkan kru majalah Asy-Syariah menampilkan kembali di bundelnya itu dalam keadaan mereka memang mengetahui siapa Khalid Ghirbani -demikianlah kemungkinan kuatnya- karena: 1.diantara asatidz pengasuh Asy-Syariah orang-orang yang mentahdzir Syaikh Yahya dan yg bersamanya (tentunya trmasuk Khalid Ghirbani), 2.dan karena redaksinya melakukan semacam tadlis (dgn menghapus) nama Khalid Ghirbani walau tulisannya tetap ditampilkan tanpa pnjelasan siapa si penulis, sangat mungkin karena memang mereka telah tau siapa si penulis namun dihapus agar tidak langsung diketahui orang.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Sekolah Islam Terpadu Darussunnah di Yogyakarta by Arys Hidayat</title>
		<link>http://darussunnah.or.id/materi-khusus/info-dakwah-darussunnah/sekolah-islam-terpadu-as-sunnah-di-yogyakarta/comment-page-1/#comment-861</link>
		<dc:creator>Arys Hidayat</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 15:50:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://darussunnah.or.id/?p=191#comment-861</guid>
		<description>Bismillah..Assalaamu&#039;alaykum.
Ana sangat mendukung program pendidikan yg dikelola &amp; dikembangkan oleh Darussunnah.
Jika ada kesempatan ingin sekali bisa bersilaturakhim ke Ma&#039;had tersebut. Apakah bisa silaturokhim di hari Ahad..?
Jazakumulloh.
Salam,
Arys Hidayat

&lt;em&gt;Wa&#039;alaykumussalaam warahmatullah,
afwan tempat belajar kami belum ada apa-apanya, baru merintis, tafadhol jika mau mampir kabari dulu sebelumnya, baarokallohufiikum.&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah..Assalaamu&#8217;alaykum.<br />
Ana sangat mendukung program pendidikan yg dikelola &amp; dikembangkan oleh Darussunnah.<br />
Jika ada kesempatan ingin sekali bisa bersilaturakhim ke Ma&#8217;had tersebut. Apakah bisa silaturokhim di hari Ahad..?<br />
Jazakumulloh.<br />
Salam,<br />
Arys Hidayat</p>
<p><em>Wa&#8217;alaykumussalaam warahmatullah,<br />
afwan tempat belajar kami belum ada apa-apanya, baru merintis, tafadhol jika mau mampir kabari dulu sebelumnya, baarokallohufiikum.</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Wanita Penghuni Neraka by nurfadila</title>
		<link>http://darussunnah.or.id/artikel-islam/muslimah/wanita-penghuni-neraka-2/comment-page-1/#comment-857</link>
		<dc:creator>nurfadila</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Nov 2011 00:56:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://darussunnah.com/?p=52#comment-857</guid>
		<description>Semoga saya bisa jadi istri yang sholehaaa,,, aamiin.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Semoga saya bisa jadi istri yang sholehaaa,,, aamiin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Sekolah Islam Terpadu Darussunnah di Yogyakarta by Abu Saif</title>
		<link>http://darussunnah.or.id/materi-khusus/info-dakwah-darussunnah/sekolah-islam-terpadu-as-sunnah-di-yogyakarta/comment-page-1/#comment-852</link>
		<dc:creator>Abu Saif</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Nov 2011 01:21:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://darussunnah.or.id/?p=191#comment-852</guid>
		<description>Bismillah, Mohon info :
1. apakah kedepannya sudah ada rencana mendirikan semacam SMA IT yang ijazahnya dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan misalnya ke Universitas Madinah
2. Santri SDIT Darus sunnah harus mondok di asrama atau tidak, hari liburnya tiap berapa hari sekali
Barakallah fiikum

&lt;blockquote&gt;Admin:
1. ya insya Allah jika kita mampu dan tidak ada masalah syar&#039;i
2. Utk saat ini semua santri tidak ada mondok asrama. libur hari ahad.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah, Mohon info :<br />
1. apakah kedepannya sudah ada rencana mendirikan semacam SMA IT yang ijazahnya dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan misalnya ke Universitas Madinah<br />
2. Santri SDIT Darus sunnah harus mondok di asrama atau tidak, hari liburnya tiap berapa hari sekali<br />
Barakallah fiikum</p>
<blockquote><p>Admin:<br />
1. ya insya Allah jika kita mampu dan tidak ada masalah syar&#8217;i<br />
2. Utk saat ini semua santri tidak ada mondok asrama. libur hari ahad.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pelajaran Bahasa Arab Dasar dengan Muyassar I (Bag.1a) by HINDI</title>
		<link>http://darussunnah.or.id/materi-khusus/pelajaran-bahasa-arab/pelajaran-bahasa-arab-dasar-dengan-muyassar-i-bag1a/comment-page-1/#comment-851</link>
		<dc:creator>HINDI</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 03:48:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://darussunnah.or.id/?p=79#comment-851</guid>
		<description>Bismillah...ijin download</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah&#8230;ijin download</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Hukum Multi Level Marketing (MLM) by Saputra Mudi</title>
		<link>http://darussunnah.or.id/artikel-islam/muamalah/hukum-multi-level-marketing-mlm/comment-page-1/#comment-834</link>
		<dc:creator>Saputra Mudi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Oct 2011 14:18:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://darussunnah.or.id/?p=415#comment-834</guid>
		<description>Saya juga pernah terlibat dalam bisnis MLM Tianshi, tapi sekarang saya tidak mau melanjutkan lagi karena saya pikir-pikir sangat jauh kemungkinan untuk saya berhasil. Sekarang saya lebih fokus pada belajar dan mengajar saja.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya juga pernah terlibat dalam bisnis MLM Tianshi, tapi sekarang saya tidak mau melanjutkan lagi karena saya pikir-pikir sangat jauh kemungkinan untuk saya berhasil. Sekarang saya lebih fokus pada belajar dan mengajar saja.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Status pernikahan anak di luar nikah by Abdellah Al-Arief</title>
		<link>http://darussunnah.or.id/materi-khusus/fatwa-soal-jawab-islam/status-pernikahan-anak-di-luar-nikah/comment-page-1/#comment-832</link>
		<dc:creator>Abdellah Al-Arief</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Sep 2011 08:27:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://darussunnah.or.id/?p=493#comment-832</guid>
		<description>&lt;a href=&quot;http://www.facebook.com/mambamaestro&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Abdellah Al-Arief&lt;/a&gt; Mohon maaf, OOT:
 السلام عليكم و رحمة الله و بركاته
 Barangkali ada yang mau adopsi anak? kalo mau dan serius, silahkan kirim lewat email: 
 mambamaestro[at]gmail.com
 cerita lengkap tentang anak, akan saya berikan jika memang ada yang serius.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.facebook.com/mambamaestro" rel="nofollow">Abdellah Al-Arief</a> Mohon maaf, OOT:<br />
 السلام عليكم و رحمة الله و بركاته<br />
 Barangkali ada yang mau adopsi anak? kalo mau dan serius, silahkan kirim lewat email:<br />
 mambamaestro[at]gmail.com<br />
 cerita lengkap tentang anak, akan saya berikan jika memang ada yang serius.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on FORMULIR KUESIONER KAVLING KOMPLEKS TERPADU DARUSSUNNAH by abu hafidz</title>
		<link>http://darussunnah.or.id/materi-khusus/info-dakwah-darussunnah/formulir-pre-order-kavling-kompleks-terpadu-darussunnah/comment-page-1/#comment-826</link>
		<dc:creator>abu hafidz</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Sep 2011 18:54:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://darussunnah.or.id/?p=1461#comment-826</guid>
		<description>Bismillah,
Di milis kok blm ada akh</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah,<br />
Di milis kok blm ada akh</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Hukum Multi Level Marketing (MLM) by zaenal arifin</title>
		<link>http://darussunnah.or.id/artikel-islam/muamalah/hukum-multi-level-marketing-mlm/comment-page-1/#comment-825</link>
		<dc:creator>zaenal arifin</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Aug 2011 07:55:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://darussunnah.or.id/?p=415#comment-825</guid>
		<description>Assalamualaikum wr.wb

Saya termasuk salah  satu orang yang pernah terjun ke bisnis MLM , sudah beberapa jenis bisnis MLM saya ikuti...dan dari analisa saya ...semua bisnis tersebut saling mengunggulkan produck nya masing-masing.Sadar atau tidak dalam bisnis sejenis ini sudah mendokrin/mencuci otak kita , dengan kita rajin hadir di acara opp,bob atau istilah yg lainnya.Memang ada sisi positif,yaitu membangunkan semangat dalam diri kita untuk selalu berusaha untuk mencapai sebuah mimpi.Namun apakah sistem dalam MLM tersebut sudah benar menurut hukum islam .Yang sangant disayangkan sekarang ini banyak usaha/MLM yang didasarkan atas syariah.Bagi orang awam yg belum mengerti syariah mungkin akan beranggapan bisnis tersebut adalah syariah atas dasar informasi dari leader-leader yang menerangkan saat dalam prospek.Dan yg lebih sedih lagi di cantumkan juga nama MUI dan pasal-pasalnya.Sungguh negara kita ini sudah banyak di permainkan oleh orang-orang pintar tapi keblinger.Dan yg jadi korban adalah orang yang tidak tau menau akan hal itu.
Jadi lebih baik kita menjalankan bisnis yang jelas-jelas saja,yang tidak jelas tinggalkan.
Kita adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan di mintai pertagung jawaban diakhirat kelak.Inagt..ingat..ingat...

Wassalamualaikum wr,wb</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum wr.wb</p>
<p>Saya termasuk salah  satu orang yang pernah terjun ke bisnis MLM , sudah beberapa jenis bisnis MLM saya ikuti&#8230;dan dari analisa saya &#8230;semua bisnis tersebut saling mengunggulkan produck nya masing-masing.Sadar atau tidak dalam bisnis sejenis ini sudah mendokrin/mencuci otak kita , dengan kita rajin hadir di acara opp,bob atau istilah yg lainnya.Memang ada sisi positif,yaitu membangunkan semangat dalam diri kita untuk selalu berusaha untuk mencapai sebuah mimpi.Namun apakah sistem dalam MLM tersebut sudah benar menurut hukum islam .Yang sangant disayangkan sekarang ini banyak usaha/MLM yang didasarkan atas syariah.Bagi orang awam yg belum mengerti syariah mungkin akan beranggapan bisnis tersebut adalah syariah atas dasar informasi dari leader-leader yang menerangkan saat dalam prospek.Dan yg lebih sedih lagi di cantumkan juga nama MUI dan pasal-pasalnya.Sungguh negara kita ini sudah banyak di permainkan oleh orang-orang pintar tapi keblinger.Dan yg jadi korban adalah orang yang tidak tau menau akan hal itu.<br />
Jadi lebih baik kita menjalankan bisnis yang jelas-jelas saja,yang tidak jelas tinggalkan.<br />
Kita adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan di mintai pertagung jawaban diakhirat kelak.Inagt..ingat..ingat&#8230;</p>
<p>Wassalamualaikum wr,wb</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Penjelasan Tentang Hukum Nasyid Didalam Syari’at Islam by dank_astuty</title>
		<link>http://darussunnah.or.id/materi-khusus/penjelasan-tentang-hukum-nasyid-didalam-syari%e2%80%99at-islam/comment-page-1/#comment-824</link>
		<dc:creator>dank_astuty</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Aug 2011 21:42:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://darussunnah.or.id/?p=1203#comment-824</guid>
		<description>Asslm ww, insya اللَّهُ , jd ilmu n hikmah yg brmnfaat u/ kami smua, insya اللَّهُ kyakinan hnya u/ اللَّهُ SWT dan salam srta sholawat u/ nabi Muhammad saw</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Asslm ww, insya اللَّهُ , jd ilmu n hikmah yg brmnfaat u/ kami smua, insya اللَّهُ kyakinan hnya u/ اللَّهُ SWT dan salam srta sholawat u/ nabi Muhammad saw</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pelajaran Bahasa Arab Dasar dengan Muyassar I (Bag.1a) by Belajar Bhs Arab</title>
		<link>http://darussunnah.or.id/materi-khusus/pelajaran-bahasa-arab/pelajaran-bahasa-arab-dasar-dengan-muyassar-i-bag1a/comment-page-1/#comment-822</link>
		<dc:creator>Belajar Bhs Arab</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Aug 2011 09:28:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://darussunnah.or.id/?p=79#comment-822</guid>
		<description>Assalam ..........
Alhamdulillah ana download ya, syukron akh. . .</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalam &#8230;&#8230;&#8230;.<br />
Alhamdulillah ana download ya, syukron akh. . .</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ta&#8217;awun dalam Pembangunan Masjid Daarussunnah by abdillah</title>
		<link>http://darussunnah.or.id/materi-khusus/taawun-dalam-pembangunan-masjid-daarussunnah/comment-page-1/#comment-821</link>
		<dc:creator>abdillah</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Jul 2011 14:34:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://darussunnah.or.id/?p=935#comment-821</guid>
		<description>bismillah
apa masih terbuka kesempatan utk berta&#039;awun dlm pmbangunan masjid daarrussunnah?
jazakallohu khoiron

&lt;em&gt;Pengumuman ini sudah lama, tapi coba saja langsung hubugi kontak tsb&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bismillah<br />
apa masih terbuka kesempatan utk berta&#8217;awun dlm pmbangunan masjid daarrussunnah?<br />
jazakallohu khoiron</p>
<p><em>Pengumuman ini sudah lama, tapi coba saja langsung hubugi kontak tsb</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

