Home » Soal Jawab Islam

buku ihya ulumuddin

25 December 2008 M | 26 Dhul-Hijjah 1429 H 2,106 views 1 TanggapanPrint Print Email 

INFOKAN HALAMAN INI:





EMAIL

Assalamualaikum,
Ustadz semoga selalu diberi kebaikan dan keberkahan dari Allah,
mohon penjelasan tentang buku ihya ulumuddin, apakah boleh membacanya?
rekomendasi ustadz, beberapa  contoh-contoh buku tazkiyatun nafs yang boleh dibaca ?
terima kasih atas jawabannya.

Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh

Berkaitan dengan Buku Ihya Ulumuddin Karya Abu Hamid Al-Ghazaly,
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “…Adapun Ihya, terdapat
padanya banyak faeidah. Akan tetapi, terdapat (juga) padanya sejumlah
materi yang tercela.
Padanya terdapat materi-materi rusak dari pembicaraan orang-orang
filsafat berkaitan dengan tauhid, kenabian dan hari kebangkitan.
Apabila dia menyebutkan pengetahuan orang-orang sufi maka kedudukannya
seperti orang yang mengambil seorang musuh kaum muslimin lalu dia
pakaikan untuknya pakaian kaum muslimin.
Para ulama agama telah menginkari hal ini terhadap Abu Hamid
(Al-Ghazaly) dalam kitab-kitabnya. Sehingga mereka (para ulama)
berkata, “Penyakit (Al-Ghazaly) adalah Asy-Syifa`-yakni (kitab)
Asy-Syifa` Ibnu Sina tentang Filsafat-.”
Dan pada (Ihya`) terdapat hadits-hadits dan atsar-atsar yang lemah,
bahkan banyak yang palsu.
Dan padanya terdapat berbagai perkara dari kesalahan-kesalahan
orang-orang sufi dan kebohongan-kebohongan mereka.
Bersamaan dengan itu, juga terdapat padanya pembicaraan dari
syaikh-syaikh sufi yang arif lagi istiqamah tentang amalan-amalan hati
bersesuaian dengan Kitab dan Sunnah, dan selain dari itu berupa
perkara-perkara ibadah dan adab hal yang sesuai dengan Kitab dan
Sunnah, apa-apa yang lebih banyak dari yang tertolak darinya. Karena
itu ijtihad manusia berbeda tentang (buku ini) dan mereka
memperselisihkannya.” Selasai dari Majmu’ Al-Fatawa 10/551-552.

Adapun buku-buku mengenai Tazkiyah An-Nafs sangatlah banyak ditulis
oleh ulama salaf. Hampir setiap Kitab Sunan atau Jami menyebutkannya,
selain buku-buku khusus yang ditulis oleh para ulama dalam masalah
ini. Sehingga tidak perlu seorang mengambil dari Ihya, apalagi orang
yang belum kuat dasar keilmuan agamanya, agar tidak terpengaruh dengan
materi-materi rusak yang disebutkan oleh Ibnu Taimiyah.
Wallahu A’lam.

(dijawab oleh al ustadz Dzulqarnain http://groups.yahoo.com/group/nashihah/message/79)

Artikel Lain Kategori Soal Jawab Islam

Nilai artikel ini:

Satu tanggapan »

  • Tommi said:

    Ibnu Taimiyyah dan muridnya, Ibnu Qoyyim al-Jauziyah banyak kok mengeluarkan buku2 tazkiyatun nafs. Lalu kitab Minhajul Qashidin-nya Ibnu Qudamah. Ini yg bisa saya rekomendasikan.

Tulis tanggapan atau komentar!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Sabar, jangan lakukan spam.

Kode yang bisa antum gunakan:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>