SURAT TERBUKA DARI PARA DU’AT SALAFIYYIN DI INDONESIA
بسم الله الرحمن الرحيم
SURAT TERBUKA DARI PARA DU’AT SALAFIYYIN DI INDONESIA
Dari ikhwanukum (saudara-saudara antum) di Indonesia
Kepada : Asy-Syaikh Yahya bin ‘Ali Al-Hajuri hafizhahullah
dan : Asy-Syaikh Abu ‘Abdissalam Hasan bin Qasim Ar-Raimi
Asy-Syaikh Abu Ibrahim Muhammad bin Mani’ Al-Ansi hafizahumallah
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه وسلم، وبعد :
Dalam rangka melaksanakan wasiat Syaikhuna Al-’Allamah Al-Muhaddits Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah kepada anak-anak didiknya para salafiyyin di Indonesia berkenaan penyelenggaraan dua Daurah yang akan dilaksanakan pada akhir Rajab hingga pertengahan Sya’ban 1430 H, maka kami para du’at salafiyyin di Indonesia mengirimkan surat ini kepada antum. Surat ini berisi nasehat sangat berharga dari Syaikhuna Al-’Allamah Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali, yang beliau mewasiatkan kepada kami untuk menyampaikannya kepada antum, sebagaimana nanti akan antum baca.
Kami di Indonesia, siap untuk melaksanakan nasehat Asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah. Oleh karena itu kami katakan :
“Ahlan wa Sahlan untuk antum dan atas kedatangan antum di negeri kami. Antara kami dan antum berlaku wasiat dan nasehat para ‘ulama, di antaranya Al-’Allamah Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali. Maka tidak ada seorang pun di antara kami yang mencela antum, tidak pula antum mencela kami atau pun Asy-Syaikh ‘Abdurrahman Al-’Adani serta yang bersama beliau.”
Di antara yang diminta oleh Asy-Syaikh Rabi’ untuk kami sampaikan kepada antum adalah nasehat beliau :
أولا : ما أعلم بهذه الدورة. ولم يستشرني أحد فيها. وبلغوهم سلامنا ونصائحنا : أنهم لا يشوشون على الشباب! ولا يفرقون بينهم!، ولا !، ولا!
يعني يلقوا كلمة سلفية ويحثون الشباب على التآلف والتآخي وعدم الفرقة!! بلغوهم كلامي هذا!!
“Pertama, saya tidak tahu dengan rencana daurah ini (yakni Daurah Ngawi). Tidak ada seorangpun yang minta pendapat kepadaku terkait acara tersebut. Sampaikan kepada mereka salam dan nasehat kami : ‘Bahwa mereka (utusan yang akan datang ke Indonesia) jangan mengacaukan para syabab, jangan memecah belah mereka, dan jangan, jangan!
Yakni hendaknya mereka menyampaikan penjelasan-penjelas an salafiyyah, memotivasi para syabab untuk saling bersatu, bersaudara, dan tidak berpecah belah.’
Sampaikan ucapanku ini pada mereka.”
Asy-Syaikh Rabi’ juga berkata :
وقل لهم : الشيخ ربيع يسلم عليكم، يقول لكم : جزاكم الله خيرا. قوموا بالدورة ولكن حثوا الشباب على التآخي والألفة وحذروهم من الاختلاف والفرقة، على منهج السلف الحق. واتركوا الأشخاص، فلان وفلان، اتركوهم، حتى يؤلف الله بينكم.
“Katakan pada mereka, ‘Asy-Syaikh Rabi’ mengirim salam pada kalian. Mereka akan mengatakan : Jazakumullah khairan. Silakan laksanakan daurah kalian, namun berikan motivasi para syabab untuk saling bersaudara dan saling bersatu. Peringatkan mereka dari bahaya perselisihan dan perpecahan. Di atas manhaj salaf yang haq. Tinggalkan tokoh-tokoh, si fulan, dan si fulan. Tinggalkan mereka. Agar Allah menyatukan antar kalian.”
Asy-Syaikh Rabi’ juga berkata :
قل لهم : إذا أردتم الحفاظ على الدعوة السلفية واحترامها وتأليف القلوب عليها، اتركوا فلان وفلان، الذي يأتي بدورة معكم لا يتعرض ليحيى ولا لإخوانه، وهؤلاء لا يتعرضوا لعبد الرحمن ولإخوانه، تبينوا للناس المنهج السلفي ويزيد لهم علما وأخلاقا وأدبا، وتحذيرا من الفرقة والاختلاف، فإنها شر، بارك الله فيكم. انتهى كلامه حفظه الله
“Katakan kepada mereka : ‘Jika kalian menginginkan untuk menjaga Dakwah Salafiyyah, menghormatinya, dan menyatukan hati di atasnya, maka tinggalkanlah (berbicara tentang) si fulan dan si fulan. Yang datang menghadiri Daurah kalian (yakni Daurah Yogya), jangan mengkritik Yahya dan ikhwah yang bersamanya. Demikian juga mereka (utusan Dammaj), jangan mengkritik ‘Abdurrahman dan ikhwah yang bersamanya. Kalian jelaskan manhaj salafi. Sehingga menambah bagi mereka (salafiyyin) ilmu, akhlak, dan adab, serta sebagai peringatan dari perpecahan dan perselisihan. Sesungguhnya perpecahan dan perselisihan adalah jelek. Barakallah fikum.” – [sekian wasiat Asy-Syaikh Rabi' Al-Madkhali hafizhahullah] –
Kita semua – kami dan antum – sama-sama yakin Insya Allah kebenaran nasehat yang diucapkan oleh Asy-Syaikh Rabi’ untuk segenap salafiyyin, yang beliau sampaikan pada 17 Rabi’uts Tsani 1429 H bahwa :
“Karena mereka bukanlah Ahlul Bid’ah. Demi Allah, kalau seandainya salah satu pihak adalah mubtadi’ niscaya kami akan angkat suara dan kami jelaskan kebid’ahannya. Namun tidak ada diantara mereka yang ahlul bid’ah. Tidak ada di antara mereka da’i kepada bid’ah. Tidak ada apa-apa di antara mereka. Pada mereka hanya ada kepentingan- kepentingan pribadi.”
“Mereka semua adalah salafiyyun. Mereka semua adalah orang-orang yang utama. Mereka semua insya Allah adalah para mujahidin. Barakallah fikum,”
Kita semua – kami dan antum – juga sama-sama meyakini Insya Allah kebenaran pernyataan yang telah disepakati oleh para masyaikh kibar Ahlus Sunnah di Yaman, dalam pertemuan mereka di kota Al-Hudaidah pada 5 Muharram 1429 H.
Kami sampaikan juga kepada antum, bahwa dakwah kami di Indonesia berada di atas kebaikan. Yakni kami berhadapan dengan para pengusung kebatilan dengan berbagai macamnya, baik shufiyyah, syi’ah, mu’tazilah, dan aqlaniyyah. Demikian juga kami berhadapan langsung dengan khawarij, baik para Quthbiyyin, Sururiyyin, maupun Turatsyyin. Kami semua berada dalam barisan yang satu, saling berta’awun dalam Dakwah Salafiyyah yang mubarakah ini semaksimal kemampuan kami.
Oleh karena itu, kami meminta dari antum (Syaikh Yahya dan yang bersamanya) agar antum juga bekerja sama dengan kami dalam rangka menjaga keutuhan dakwah kami di Indonesia. Jangan sampai salah satu pihak di antara kita menjadi sebab terjadi perpecahan dan perselisihan, yang itu berakibat jelek pada dakwah dan ukhuwwah kita.
Demikian yang kami sampaikan. Kami memohon jawaban dari antum. Kami memohon kepada Allah agar menyatukan hati – hati kita di atas Al-Kitab dan As-Sunnah serta manhaj yang berada di atasnya para as-salafush shalih.
وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم، والحمد لله رب العالمين.
Saudara-saudara antum para du’at salafiyyin di Indonesia
23 Jumadats Tsaniyyah 1430 H
Qamar Su’aidi
Usamah bin Faishal Mahri
‘Abdush Shamad bin Salim Bawazir
Abu Karimah Askari
Hasan Rasyid
Muhammad As-Sarbini
Luqman bin Muhammad Ba’abduh
Abu ‘Ubaidah Syafruddin
‘Abdul Jabbar
Artikel Lain Kategori Info Dakwah
Artikel Lain Kategori Lain-lain
Artikel Lain Kategori Materi Khusus

























