Home » Mukaddimah

Mukaddimah

Email 

INFOKAN HALAMAN INI:





EMAIL

بسم الله الرّحمن الرّحيم

إن الحمد لله ، نحمده ، ونستعينه ، ونستغفره ، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا ، من يهده الله ، فلا مضل له ، ومن يضلل ، فلا هادي له وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله

يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون

يا أيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفسٍ واحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجالاً كثيراً ونساءً واتقوا الله الذي تساءلون به والأرحام إن الله كان عليكم رقيبا

يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله وقولوا قولاً سديداً يصلح لكم أعمالكم ويغفر لكم ذنوبكم ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزاً عظيماً

فإن أصدق الحديث كتاب الله ، وأحسن الهدي هدي محمد صلى الله عليه وسلم ، وشر الأمور محدثاتها ، وكل محدثة بدعة ، وكل بدعة ضلالة, وكل ضلالة في النار

Sesungguhnya segala puji (hanyalah) bagi Allah, Kami memujiNya, kami memohon pertolongan kepadaNya, dan kami memohon ampunan (hanyalah) kepadaNya. kami pun berlindung dari keburukan diri-diri kami dan kejelekan amal-amal kami.

Barangsiapa yang diberi petunjuk Allah maka tiada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan maka tiada yang dapat menberinya petunjuk.

Aku bersaksi bahwasannya tiada Ilah -yang berhak disembah- kecuali Allah saja, Yang tiada sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hambaNya dan (sekaligus) utusanNya. Semoga shalawat dan salam senantiasa terlimpahkan kepada beliau dan keluarganya.

Allah berfirman (yang artinya) : “Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dengan taqwa yang sebenar-benarnya, dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan islam.” [Ali Imraan : 102]

“Hai sekalian manusia bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dair diri yang satu (Adam), dan daripadanya Allah menciptakan isterinya (Hawa); dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan ) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharaah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” [An-Nisaa' : 1]

“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar. Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa mentaati Allah dan RasulNya maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” [Al-Ahzab : 70-71]

amma ba’du :

Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dan sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan (perkara baru dalam agama), dan setiap yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat, dan setiap kesesatan itu di neraka.

Alhamdulillah web Darussunnah* hadir di hadapan pembaca sekalian yang budiman, mudah-mudahan bisa memberikan manfaat kepada kaum muslimin pada umumnya dan ahlussunnah/salafiyyin pada khususnya.

Segenap kaum muslimin, kami hadir di sini tiada lain kecuali untuk berpartisipasi dan turut andil dalam berdakwah mengajak kaum muslimin kepada ajaran agama kita yang mulia ini demi menggapai kesuksesan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat kelak. Seruan dan ajakan Darussunnah di sini tiada lain kecuali seruan Ahlussunnah wal Jama’ah at-Thaifah al-Manshurah (kelompok yang senantiasa mendapatkan pertolongan). Mereka adalah orang-orang yang senantiasa berjalan di atas jalan yang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan para shahabatnya berada di atasnya, yang mereka itu adalah ashabul hadits yang senantiasa menempuh jejak/atsar yang diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan para shahabat beliau radhiyallahu ‘anhum ajma’in.

Adapun beberapa di antara seruan dan ajakan kami adalah sebagai berikut:

1. Mempelajari, memahami, kemudian mengamalkan Kitabullah (Al-Qur’anul Karim) dan sunnah (ajaran) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sesuai dengan pemahaman para shahabat beliau, tabi’in, atba’ut tabi’in, dan para ulama yang mengikuti jejak beliau dengan baik. Karena hanya dengan kembali kepada pemahaman mereka kita akan menjadi orang yang senantiasa mendapatkan pertolongan dari Allah Subhanahu wa ta’ala. Sehingga akan selamat dari kesalahan dan penyimpangan dalam memahami Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

2. Berpegang teguh dengan tali Allah yang kuat (Al-Qur’an) dan ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan senantiasa komitmen mengamalkannya di tengah-tengah gelombang fitnah di zaman modern dan globalisasi ini, yang mayoritas manusia tidak kembali kepada ajaran Al-Qur’an dan Sunnah (hadits) beliau yang shahih.

3. Beraqidah dan berkeyakinan sesuai dengan apa yang diyakini oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para shahabat beliau. Sehingga kita akan selamat dari berbagai keyakinan dan khurafat, yang banyak tersebar di tengah-tengah masyarakat yang tidak berlandaskan kepada ajaran Islam yang orisinil sesuai ajaran Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

4. Memperingatkan dari bahaya bid’ah dan ahlul bid’ah (penyeru bid’ah), yaitu orang-orang yang menyeru kepada ajaran-ajaran yang diada-adakan dalam agama ini kemudian dia mengatasnamakan sebagai ajaran Islam, padahal sangat jauh bertentangan dengan Islam. Bahkan -na’udzubillah-, ajaran dan seruan tersebut adalah perkara-perkara yang dapat membatalkan keislaman seseorang, yaitu membatalkan persaksian terhadap kalimat tauhid Laa ilaaha illallah dan Muhammad Rasulullah.

5. Mengajak untuk tidak mengkultuskan atau ta’ashub (fanatik buta) kepada seseorang kecuali hanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Menjauhi taklid dan ta’ashub kepada seseorang atau beberapa tokoh yang disebut ulama, da’i, atau ustadz, padahal mereka tidak mengajak kepada apa yang diserukan oleh Rasulullah dan para shahabatnya. Akan tetapi mereka menyeru kepada tendensi-tendensi tertentu, seperti mengajak kepada individu atau kelompok tertentu, yang mana individu atau kelompok tersebut memiliki prinsip, manhaj, akidah, dan dakwah yang menyelisihi al-Qur’an dan Sunnah yang shahih.

Marilah kita mentadabburi dan mengamalkan nasehat para imam kita seperti Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi’i rahimahullah yang berkata:
Apabila shahih suatu hadits maka itulah madzhabku (ajaranku)
Dan Imam Malik berkata:
Saya hanyalah manusia (biasa) kadang salah kadang benar, maka lihatlah pendapat saya, setiap yang sesuai dengan kitabullah (al-Qur’an) dan sunnah (ajaran Rasulullah) maka ambillah, dan yang tidak sesuai kitabullah dan sunnah maka tinggalkanlah.

Demikian juga Imam Ahmad dan aimmah kita yang lainnya telah berkata yang semakna dengan ucapan Imam Abu Hanifah, Imam Malik, dan Imam Syafi’i rahimahumullahu jami’an.

6. Mengikhlaskan seluruh ibadah kita hanya kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, dengan tidak mencampurkannya dengan kesyirikan (beribadah kepada yang selain-Nya) baik syirik akbar (besar) maupun syirik ashghar (kecil).

Contoh syirik akbar adalah berdoa kepada selain Allah, bernadzar, menyembelih, untuk selain-Nya. Adapun syirik kecil seperti riya, melakukan amalan ibadah dengan niat untuk dilihat, disanjung dan dipuji oleh manusia. Maka dengan demikian, seseorang yang melakukan amalan yang bukan amalan ibadah murni, yang merupakan amalan dunia, seperti berusaha dan bekerja untuk ma’isyah (rejeki), apabila dia niatkan untuk mendapat pahala dari sisi Allah dengan mencari rizki supaya kebutuhan anak dan istrinya tercukupi dan jauh dari meminta-minta pada orang lain, maka akan mendapat pahala di sisi Allah subhanahu wa ta’ala.

7. Mengajak kaum muslimin pada umumnya dan salafiyyin (ahlussunnah wal jama’ah) pada khususnya untuk saling ta’awun (saling membantu) dan menyatukan kalimat di atas manhaj dan aqidah Rasulullah dan para shahabatnya. Dan memperingatkan umat dari bahayanya bid’ah, dan dari aqidah dan manhaj yang menyelisihi Rasulullah dan para shahabatnya. Sehingga dengan demikian kita tidak akan bekerjasama dengan ahlul bid’ah dan para da’i-da’inya yang menyerukan kepada aqidah, ajaran, dan manhaj yang menyelisihi Rasulullah dan para shahabatnya radhiyallahu’anhum.

Oleh karena itu, setelah kita bersatu di atas aqidah dan manhaj yang shahih (benar) yang jauh dari penyelisihan dan penyimpangan, maka marilah kita untuk saling lapang dada dalam menghadapi perbedaan-perbedaan dan khilaf yang bukan prinsipil yang para ulama kita sejak jaman shahabat sampai sekarang berbeda pendapat dalam permasalahan tersebut. Karena masalah khilaf di kalangan para ulama ada dua:
1. Permasalahan yang tidak ada ijtihad padanya, di mana perkaranya jelas yang tidak ada udzur bagi seseorang untuk menyelisihinya.
2. Permasalahan yang ulama atau seseorang boleh berijtihad padanya, yang mana diberi udzur kepada seseorang yang yang berbeda pendapat di dalamnya.
Berkata Syaikh al-‘Utsaimin rahimahullah (dalamKitab Al-Ilmu) :
Adapun orang-orang yang menyelisihi jalannya para salaf seperti permasalahan aqidah, maka tidak diterima seseorang untuk menyelisihi apa yang diyakini oleh salafush shalih (Rasulullah dan para shahabatnya). Akan tetapi dalam permasalahan yang lain yang ada pendapat dan ijtihad (ijtihad ulama) padanya, maka tidak sepantasnya dijadikan perbedaan tersebut sebagai math’an (untuk mencela) yang lain (yang berbeda pendapat dengannya) atau dijadikan sebagai sebab permusuhan dan kebencian.

Penutup.

Sebagai akhir dari ajakan kami kepada kaum muslimin pada umumnya dan salafiyyin/ahlussunnah pada khususnya, marilah kita saling bahu membahu di dalam dakwah dan bidang yang lainnya dan marilah kita saling nasehat-menasehati di atas ketaqwaan dan kebenaran sebagaimana firman Allah Subhanahu wata’ala

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ

dan saling tawadhu’ antara sesama kita. Oleh karena itu kami menerima saran dan kritik, selama saran dan kritik tersebut dibangun di atas ketaqwaan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, terhadap kegiatan yayasan pada umumnya dan web Darussunnah pada khususnya.

Kami meminta kepada Allah subhanahu wa ta’ala untuk memberikan taufiq kepada kita semua di atas kebenaran dan beramal amalan yang diridhoi-Nya, dan memberikan kepada kita semua rahmat dan hikmah dari-Nya. Sesungguhnya Dialah yang Maha Pemberi dan kita meminta kepada-Nya supaya memberikan hidayah kepada kita dan ikhwanana (saudara kita) kepada shiratal mustaqim, jalannya orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah ’Azza wa Jalla, dari para Nabi, shiddiqin, syuhada dan shalihin.

Sya’ban 1429H (Agustus 2008),

 

*Web Darussunnah.or.id di bawah naungan Yayasan Darussunnah Al-Islamy Yogyakarta

***Info lainnya dapat dibaca melalui http://darussunnah.or.id/sitemap/



corel 2000

corel 2000 serial

cs5 serialz

cs5 serialz free

serial winzip 11

serial winzip 11 key

corel dvd moviefactory 6

corel dvd moviefactory 6 downloads

serial corel draw 11

serial corel draw 11 serials

free corel photoshop download

free corel photoshop download keygen

free winrar download for xp

download winrar for xp for free

winrar 3 download

winrar 3 download freedownload

download winrar free windows 7

download winrar free windows 7 crack

free corel downloads

free corel downloads cracked